GKR Hemas (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 April 2016 09:54 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Hemas: NYIA Tergantung Kemauan Warga

Bandara Kulonprogo masih belum diterima seluruh warga terdampak.

Solopos.com, KULONPROGO- Realisasi pembanguan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) bergantung dari keinginan masyarakat Kulonprogo. Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas menyatakan sebelumnya masyarakat Kulonprogo harus menyadari bahwa bandara akan memicu pertumbuhan perekonomian.

Menurutnya hingga kini masyarakat belum memahami benar manfaat keberadaan bandara khususnya bagi perkembangan ekonomi DIY, khususnya Kulonrogo. Masih adanya tentangan dari sebagian warga setempat menjadi indikasi bahwa pemahaman dan keinginan masyarakat masih belum sejalan. Meski demikian, ia menilai saat ini pembangunan bandara NYIA masih mendapatkan intervensi dari pihak luar.

“Tergantung masyarakatnya mau atau tidak,”ujarnya pada Selasa (5/4/2016).

Lebih lanjut, DPD RI juga terus melakukan komunikasi dengan sejumlah kementriaan guna mengawal proses pembangunan bandara NYIA. Ia menjelaskan koordinasi dengan Kementriaan Perhubungan dan Kementriaan BUMN telah dilakukan untuk membahas mengenai pendanaan pembangunan dan infrastruktur pendukungnya.Mengenai, permintaan relokasi gratis yang dimintakan oleh warga, Hemas menyebutkan hal tersebut merupakan kewenangan pemkab setempat.

Sebelumnya, Bupati Kulonprogo, Hasto  Wardoyo menyatakan permintaan kajian hukum mengenai kemungkinan relokasi gratis oleh Kejaksaan Tinggi tidak mungkin dilakukan. Meski demikian, komunikasi dengan pihak-pihak lainnya masih terus dilakukan guna mengakomodir permintaan warga tersebut. Ia juga menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya baru bisa menawarkan relokasi gratis di atas PAG.

Jika berkenan, masyarakan bisa menggunakan PAG dan pengadaan rumahnya bisa diupayakan dari Kementriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR). Karena itu, Hasto menyatakan bahwa tidak masalah jika warga ingin membeli sendiri tanah dan rumah yang berdekatan dengan desa asalnya.

“Ini sifatnya pilihan bagi warga,”jelasnya.

Guna menyampaikan aspirasinya, sejumlah warga terdampak pendukung pembangunan bandara telah mendatangi DPRD DIY pada Senin (4/4/2016) lalu. Ini menjadi tindak lanjut dari petisi yang telah disampaikan kepada pemkab Kulonprogo sebelumnya. Pulung Raharjo,salah satu perwakilan warga terdampak menyatakan hingga saat ini tidak ada kemajuan berarti atas respon bagi petisi mereke. Gubernur DIY sendiri telah membentuk tim percepatan pembangunan bandara NYIA yang akan memantau proses perkembangan sarana prasarana, transportasi, dampak sosial, dan pertanahan.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…