GKR Hemas (Harian Jogja/JIBI/dokumen)
Rabu, 6 April 2016 08:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

ANGKA KEMATIAN IBU
Jumlah Kasus Tinggi, Hemas Prihatin AKI di Bantul

Angka kematian ibu di Bantul masih tinggi.

Solopos.com, BANTUL- Belasan ibu hamil di Bantul meninggal dunia saat melahirkan sepanjang 2015 lalu. Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah yang belum selesai.

Angka Kematian Ibu di Bantul diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tri Saktiyana. Sepanjang 2015 tercatat 11 kasus kematian dari total 12.585 ibu melahirkan.

“Di Bantul masih terjadi kasus kematian ibu melahirkan,” terang Tri Saktiyana, Selasa (5/4/2016) saat menjadi moderator dalam acara serap aspirasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan Hafid Asrom.

Tak hanya AKI, Bappeda juga melansir Angka Kematian Bayi (AKB) baru lahir sebesar 8,35 per 1.000 kelahiran hidup pada 2015 lalu. Jumlah tersebut tidak mencapai target sebesar 7 per 1.000 kelahiran hidup. Kendati demikian dibanding 2014, AKB di Bantul saat ini membaik. Pada 2014 AKB di Bantul mencapai 8,75 per 1.000 kelahiran hidup.

Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas juga mengaku prihatin dengan AKI dan AKB di Indonesia khususnya Bantul.
“Di [program] MDGs [Millennium Development Goals], posisi Indonesia terpuruk untuk AKI dan AKB,” kata Hemas.

Persoalan AKI dan AKB tersebut menurutnya menjadi pekerjaan rumah organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Bantul. Menurut Hemas banyak hal berkontribusi pada AKI dan AKB. Selain minimnya kesadaran ibu memeriksakan kandungannya, pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab tingginya AKI atau AKB.

Ia melihat pernikahan dini masih menjadi masalah di Bantul.

“Anak masih kecil sudah menikah, padahal kondisi fisiknya belum siap. Hal seperti ini yang bisa membuat anak lahir cacat atau ibu meninggal,” imbuhnya lagi.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…