Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. Ilustrasi Ujian Nasional yang dilaksanakan dengan sistem computer based test atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 5 April 2016 11:55 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

UN 2016
4 Siswa di Gunungkidul Tak Bisa Ikut UN karena Sakit

UN 2016 di Gunungkidul, ada 4 siswa yang tidak bisa ikut karena sakit

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Bupati Badingah beserta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul melakukan pantauan ke sejumlah sekolah yang melaksanakan UN. Pemantauan tersebut sebagai agenda pemerintah kabupaten di hari pertama ujian nasional (UN) 2016 di Gunungkidul, Senin (4/3/2016).

Dalam pelaksanaan pantauan pertama, Badingah dan jajarannya menuju SMA N 2 Wonosari. Kepala Sekolah SMA N 2 Wonosari, Leladi Budi Mulya menyambut baik kedatangan Bupati Gunungkidul yang mendadak tersebut.

Badingah memberikan imbauan agar nantinya seluruh pengawas dapat melakukan tugas dengan baik dan UN dapat berjalan dengan lancar.

“Kami lakukan pemantauan ternyata tidak ada permasalahan. Mudah-mudahan dapat berjalan lancar dan memberi hasil akhir lulus 100 persen,” ujarnya saat ditemui di lobi SMA N 2 Wonosari.

Ia pun berharap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Gunungkidul dapat diikuti oleh seluruh SMA/SMK/MA yang tahun ini belum dapat melaksanakan. Menurutnya dengan UNBK, pengawasan terhadap siswa yang mengerjakan soal akan lebih mudah dilakukan karena tidak membutuhkan banyak personil. Selain itu, UN yang dilaksanakan dengan sistem UNBK dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

“Penggunaan lembar jawab dari kertas tentu akan berkurang, sehingga dapat lebih menghemat,” imbuhnya.

Badingah menambahkan hasil ujian nasional tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan prestasi di Gunungkidul yang sebelumnya mendapatkan peringkat dua di mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan pada mata pelajaran IPA dan IPS masih di peringkat nomor lima se-DIY.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid yang turut mendampingi pantauan menjelaskan belum ada laporan terkait kendala teknis saat pelaksanaan. Pihaknya terus melakukan pantauan ke seluruh pokja dan sekolah melalui posko yang telah disediakan.

“Masa login pertama no problem, semua peserta sudah bisa mengakses soal di masing-masing komputer,” kata dia.

Namun dalam pelaksanaan ujian nasional hari pertama tersebut ia mengatakan terdapat empat orang siswa yang tidak dapat ikut serta mengerjakan ujian dengan alasan sedang sakit. Sehingga keempat siswa tersebut harus melaksanakan ujian nasional susulan pada 11 April mendatang. Ia berharap agar seluruh peserta dapat tetap tenang dalam melaksanakan ujian Nasional.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…