Ilustrasi perpustakaan (Dok/JIBI)
Selasa, 5 April 2016 19:40 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPUSTAKAAN SOLO
Perpusnas Dorong Perpustakaan Daerah Gabung di Jejaring Nasional

Perpustakaan Solo, perpustakaan di Soloraya diminta bergabung di jejaring nasional.

Solopos.com, SOLO–Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia mendorong perpustakaan di Soloraya bergabung dengan jejaring perpustakaan nasional, Indonesia One Search. Integrasi data katalog dari berbagai perpustakaan dalam jaringan (online) tersebut bertujuan memberikan informasi koleksi kepada publik serta meningkatkan akuntabilitas perpustakaan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, hingga saat ini terdapat 300 dari 25.000 perpustakaan dari institusi pendidikan, umum, dan daerah di penjuru Indonesia, terhubung lewat portal khusus yang memuat katalog koleksi perpustakaan yang bisa diakses lewat www.onesearch.id.

Lewat direktori pencarian portal yang dibuat dua tahun lalu itu, pengguna bisa mencari judul buku, artikel, rekaman video, data dengan format pdf, artikel, manuskrip, e-book, atau mencari koleksi yang dimiliki institusi perpustakaan yang telah tergabung dalam jaringan perpustakaan nasional.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Woro Titi Haryanti, menuturkan Perpusnas ingin membuat koneksi antarperpustakaan di Indonesia bisa memudahkan pengguna perpustakaan.

“Jadi sekarang warga tidak perlu repot-repot datang ke Jakarta hanya untuk mencari satu judul buku. Tinggal klik di OneSearch, bibliografi buku yang dimiliki jaringan kami bisa menampilkan informasi buku atau manuskrip yang dibutuhkan ada di mana,” terangnya saat berbincang dengan wartawan di sela Seminar Nasional Gerakan Pemuda Indonesia Membaca di Graha Saba Buana, Selasa (5/4/2016).

Woro mengatakan pihaknya mendorong perpustakaan yang ada di Soloraya untuk ikut dalam jaringan perpustakaan nasional. Terlebih Kota Solo juga dikenal lewat koleksi naskah kunonya yang kini tersimpan di perpustakaan tradisional yang dikelola Keraton Kasunanan Solo, Pura Mangkunegaran, serta Museum Radya Pustaka.

“Kami ingin perpustakaan yang ada di sekitar sini ikut bergabung. Juga perpustakaan tradisional yang koleksi naskahnya memiliki metode penyusunan metadata yang berbeda dari buku. Khusus naskah kuno, ada beberapa detail yang harus dicantumkan termasuk judul, ringkasan konten, hingga jenis kertas yang digunakan. Peneliti terkadang membutuhkan detail seperti itu,” paparnya.

Menurut Woro, jejaring katalog nasional tujuan utamanya untuk memberikan direktori koleksi kepada pengakses. “Selain untuk mengetahui keberadaan koleksi, jejaring ini juga bermanfaat untuk akuntabilitas dan transparansi perpustakaan. Muaranya untuk meningkatkan minat baca warga,” ujarnya.

Menanggapi arahan Perpusnas, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Solo, Sis Ismiyati, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat bakal bergabung di jejaring perpustakaan nasional. Terkait menggandeng perpustakaan tradisional, Ismi menyebut butuh koordinasi dengan pihak pengelola setempat.

“Terget dari Perpusnas 2017 harus terintegrasi semuanya. Solo segera mendaftar. Untuk beberapa perpustakaan tradisional di sini, butuh waktu negosiasi dengan pengelolanya. Aksesnya berbeda dengan perpustakaan dan rumah baca. Harus ada perizinan sampai ke penguasa [raja],” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…