Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Jalan Malioboro kini lengang dari parkir sepeda motor, setelah relokasi parkir ke Jalan Abu Bakar Ali mulai diberlakukan, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 5 April 2016 02:40 WIB Gilang Jiwana/JIBI/harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN MALIOBORO
Bikin Kaget, Tapi Warga Senang

Ada yang terkejut dengan perubahannya, ada pula yang optimis dan memanfaatkan peluang yang ada dari relokasi parkir ini.

 

Solopos.com, JOGJA-Pemindahan parkir sisi timur Malioboro mendapatkan beragam tanggapan dari warga yang beraktivitas di Malioboro. Ada yang terkejut dengan perubahannya, ada pula yang optimis dan memanfaatkan peluang yang ada dari relokasi parkir ini.

Maryadi, warga Sosrokusuman, sebuah gang sempit di selatan Malioboro Mall melakukan aktivitas berbeda Senin (4/4). Meja dan kursi di ruang tamu rumahnya digeser lebih ke dalam. Etalase warung kecilnya disudutkan sedemikian rupa agar ada ruang cukup luas di ruangan warung yang menjadi sumber pemasukan hariannya.

Sejak pagi, rumahnya sudah didatangi karyawan Malioboro yang ingin menitipkan kendaraan roda dua. Maryadi pun menata sepeda motor dengan rapi hingga memenuhi ruangan depan dan tepi jalan di depan rumahnya.

“Lumayan dapat 25 motor,” kata Maryadi sembari tersenyum lebar.

Penitipan motor dadakan itu dibuka Maryadi setelah mengetahui sejak kemarin warga tak boleh lagi parkir di trotoar timur Malioboro. Kebetulan rumahnya berada tak jauh dari Malioboro.

Kebetulan pula gang itu setiap pagi menjadi jalur masuk para karyawan sehingga dia tak perlu repot-repot mempromosikan tempat parkir dadakannya. Cukup selembar kertas putih bertuliskan “Parkir” untuk menyatakan dirinya sudah alih usaha dari pemilik warung menjadi penyedia area parkir.

“Saya memang baru hari ini buka, tapi di sini sejak lama sudah ada yang membuka penitipan motor, sebelah ini juga sudah lama, tapi memang belum seramai hari ini,” kata dia.

Dari setiap motor yang parkir, lelaki itu mematok tarif Rp2.000 bila motor dititipkan sejak pagi sampai siang hari. Bila dititipkan sampai sore, tarifnya naik menjadi Rp3.000. Sementara untuk yang menitipkan parkir sampai malam hari dia memungut tarif Rp5.000. Bila dihitung kasar, dalam sehari pendapatan Rp100.000 bisa didulangnya.

Maryadi pun tak khawatir bila ada jukir yang protes dengan usahanya. Menurutnya apa yang dilakukannya tidak merugikan siapapun. Selain daya tampung yang kecil, Maryadi juga menggunakan lahannya sendiri untuk melayani karyawan yang ingin menitipkan motor dekat dengan tempat kerjanya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…