Wisatawan menikmati pemandangan dari Puncak Suroloyo Pegunungan Menoreh Kulonprogo. (JIBI/Harian Jogja/Nina Atmasari) Wisatawan menikmati pemandangan dari Puncak Suroloyo Pegunungan Menoreh, Samigaluh Kulonprogo. (JIBI/Harian Jogja/Nina Atmasari)
Selasa, 5 April 2016 20:55 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PEGUNUNGAN MENOREH
Banyak Sumber Air, Kulonprogo Diminta Hati-hati Bangun Kawasan Utara

Pegunungan Menoreh di Kulonprogo bagian utara banyak menyimpan sumber air bersih

Solopos.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo diminta berhati-hati dan cermat dalam mengelola potensi sumber daya alam (SDA) di wilayah bagian barat, barat laut, dan utara.

Wilayah tersebut ditetapkan sebagai kawasan lindung dan resapan air karena kondisi geografisnya yang berada di dataran tinggi.

Hal itu diungkapkan staf peneliti Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional (PSPPR) UGM, Eko Heri Subiyanto, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Kabupaten Kulonprogo 2017 di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Senin (4/4/2016).

“Banyak sumber air yang berguna untuk kehidupan kita,” ujar dia.

Eko memaparkan, setidaknya terdapat delapan sumber mata air yang tersebar di kecamatan Pengasih, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh, dan Nanggulan. Kawasan lindung juga berfungsi sebagai penghasil oksigen.

Dia berpendapat, tata kelola ruang berkelanjutan di wilayah tersebut harus mendapatkan perhatian khusus. Kerusakan alam di sana bisa mengakibatkan hilangnya mata air dan/atau banjir di wilayah dataran rendah.

Eko lalu mengatakan, kawasan lindung yang berada di Pegunungan Menoreh juga memiliki potensi obyek daya tarik wisata (ODTW). Jika dikelola secara tepat, kesejahteraan masyarakat sekitar bisa ditingkatkan.

“Wisata jangan dianggap sesuatu yang sederhana. Jika dipoles dengan baik, itu akan jadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” ucap Eko.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Maman Suherman menyatakan, Pemkab Kulonprogo harus menyelaraskan program dengan Pemda DIY.

Dimensi perencanaan perlu dibuat komprehensif sesuai arah dan strategi pembangunan DIY, termasuk dalam menyusun inovasi kebijakan daerah.

Maman mengungkapkan, prioritas pembanguan DIY 2017 mendatang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, kelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan kualitas sistem pelayanan publik.

Selain pengelolaan SDA secara tepat, hal itu akan diupayakan melalui pendayagunaan dan optimalisasi sumber daya manusia unggul.

“Bisa juga dengan mengurangi beban tanggungan masyakat, misalnya melalui program keluarga berencana atau BOSDA untuk mengurangi beban biaya pendidikan, dan sebagainya,” kata Maman.

lowongan pekerjaan
PT. SUMBER JAYA BAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…