Shuttle bus gratis untuk karyawan di Jalan Malioboro mulai dioperasikan, Senin (4/4/2016). Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Shuttle bus gratis untuk karyawan di Jalan Malioboro mulai dioperasikan, Senin (4/4/2016). Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 5 April 2016 10:20 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR DI JOGJA
Pemkot Kaji Shuttle Bus Permanen

Parkir di Jogja, penataan Malioboro dilaksanakan bertahap.

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja tengah mengkaji kendaraan khusus yang paling cocok di kawasan Malioboro. Dua unit shuttle bus yang saat ini beroperasi di kawasan tersebut hanya sementara sampai dua pekan ke depan.

“Pemkot sedang mengkaji kedepannya memang ada semacam komuter shuttle yang mobile terus,” kata Staf Ahli Walikota Jogja Bidang Transfortasi, Onny Febri Ananto, Senin (4/4/2016).

Onny mengaku dua unit bus milik Pemerintah Kota Jogja yang diperasionalkan bukan desain shuttle bus, melainkan hanya sementara untuk mengangkut pedagang dan karyawan di kawasan Malioboro, seiring masa transisi relokasi parkir.

Kedua unit bus selama dua pekan ke depan akan beroperasi dari Taman Parkir ABA-Jalan Malioboro-Jalan Ahmad Yani-Jalan Reksobayan (Depan Polresta Jogja)-Jalan Bhayangkara-Jalan Jogonegaran-Jalan Gandekan Lor-Jalan Pasar Kembang-ABA.

Kedua bus tersebut akan melayani tiga kali dalam sehari, yakni pagi hari pukul 08.30-10.00 WIB, sore hari pukul 15.00-16.30 WIB, dan malam hari pukul 21.00-22.30 WIB.

“Waktu tunggu sekitar 15 menit,” kata Onny.

Saat beroperasi pertama kali, kemarin, belum banyak yang memanfaatkan kedua shuttle bus tersebut. Saat Harianjogja.com mencoba naik salah satu shuttle itu hanya delapan penumpang. Mayoritas pengunjung Malioboro, sedang satu orang merupakan karyawan.

“Saya mau ke Bringharjo ada kebetulan ada shuttle gratis,” kata Fajar Cahyono, 18, salah satu mahasiswa di Jogja. Ia berpendapat sangat bagus adanya bus gratis, namun ia berharap tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan toko Malioboro. “Saya pikir untuk wisatawan juga bagus,” ujar Fajar.

Penumpang lainnya, Neni Widyastuti, 25, karyawati Sari Ilmu di Jalan Malioboro. Warga Bantul ini berharap shuttle bus beroperasi tiap saat, tidak hanya tiga kali dalam sehari. “Lebih bagus beroperasi selama 24 jam,” ucap Neni.

Onny menyatakan pada hari pertama operasional shuttle bus memang ada juga wisatawan yang menumpang, ia tidak mempersoalkannya karena masih banyak kursi kosong.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…