Ilustrasi (JIBI/BISNIS/Rahmatullah)
Selasa, 5 April 2016 11:35 WIB R. Bambang Aris Sasangka/JIBI/Solopos Internasional Share :

PANAMA PAPERS
Data Rahasia Terkuak Berkat Kerja Keroyokan 400 Wartawan

Panama papers merupakan bentuk terbaru pengungkapan pembocoran data keuangan sejumlah tokoh dan pengusaha dunia.

Solopos.com, SOLO – Panama Papers menjadi bentuk terbaru pengungkapan pembocoran data yang menghebohkan. Seperti halnya Wikileaks yang mengungkap aneka data rahasia mengenai kegiatan militer dan intelijen AS dan negara-negara Barat yang sebagian di antaranya melanggar hak asasi manusia, Panama Papers yang mengungkap data keuangan yang menunjukkan keterlibatan sejumlah pemimpin negara dan politikus serta kerabat atau orang dekat mereka dalam pengelolaan keuangan yang diduga ilegal juga melibatkan kerja keras jurnalis dari sejumlah organisasi media.

Seperti diungkap dalam situs koran Jerman sueddeutsche.de, yang dipelajari solopos.com, Senin (4/4/2016), setahun lalu ada sumber rahasia yang mengontak redaksi Koran Süddeutsche Zeitung (SZ) dan mengirimkan dokumen internal rahasia milik biro hukum Mossack Fonseca. Biro hukum yang berbasis di Panama ini menjual jasa membuat perusahaan anonim atau hanya ada di atas kertas di seluruh dunia.

Perusahaan anonim atau biasa juga disebut perusahaan offshore atau perusahaan cangkang (shell company) ini memungkinkan pemiliknya menyembunyikan aktivitas bisnis mereka, baik yang legal maupun ilegal.

Dalam beberapa bulan kemudian jumlah dokumen yang dikirimkan kepada redaksi koran yang berpusat di Munich, Jerman, ini terus meningkat hingga mencapai sekitar 2,6 terabit (TB) data. Ini menjadi pembocoran data berjumlah terbesar hingga kini.

Sebagai perbandingan, Wikileaks hanya membocorkan data sebanyak 1,7 gigabite (GB). Sumber pembocor sama sekali tak meminta kompensasi apa pun kecuali sejumlah jaminan keamanan. Süddeutsche Zeitung lantas mengajak lembaga investigasi jurnalistik International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Dalam 12 bulan terakhir, lebih kurang 400 wartawan dari sekitar 100 lembaga media di lebih dari 80 negara ikut meneliti semua dokumen itu. Media yang terlibat di antaranya Koran Guardian di Inggris, Le Monde di Prancis, dan La Nación di Argentina.

Sejumlah lembaga penyiaran juga terlibat seperti BBC di Inggris, NDR dan WDR di Jerman serta ORF Austria. Data yang dibocorkan itu mencakup email, dokumen berformat pdf, foto dan sejumlah bagian database Mossack Fonseca. Panama Papers mengungkapkan data lebih kurang 214.000 perusahaan offshore atau perusahaan cangkang.

Ketika ada nama-nama tertentu yang dikenal muncul dalam data, para penyelidik data langsung memrosesnya untuk menjawab sejumlah pertanyaan kunci seperti “Apa peran orang ini dalam jaringan perusahaan anonim itu?” “Dari mana uang yang masuk berasal?” “Ke mana aliran uang selanjutnya?” “Legalkah struktur operasionalnya?”

 

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….