Rio Haryanto (Instagram.com) Rio Haryanto (Instagram.com)
Selasa, 5 April 2016 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Balap Share :

FORMULA ONE 2016
Rio Belum Pikirkan Poin

Formula One 2016 diwarnai dengan Rio Haryanto yang finis di posisi terakhir pada GP Bahrain.

Solopos.com, SOLO — Jagoan Indonesia di Formula One (F1), Rio Haryanto, tidak mau muluk-muluk memasang target di seri ketiga, GP Tiongkok, Minggu (17/4/2016).

Setelah mengelami insiden di seri pembuka pada GP Australia, pembalap Manor Racing tersebut sukses menyentuh garis finis pada seri kedua di GP Bahrain, Minggu (3/4/2016). Meski mampu finis, Rio belum mendapatkan poin lantaran menduduki posisi ke-17 alias buncit pada balapan tersebut.

Namun, Rio telah mampu menunjukkan performa yang menjanjikan pada seri kedua musim ini tersebut. Ibunda Rio, Indah Pennywati, mengungkapkan pembalap berusia 23 tahun tersebut tidak lantas langsung memikirkan memperoleh poin pada seri berikutnya di Tiongkok.

“Untuk meraih poin itu tidak mudah. Jadi targetnya yang realistis saja,” jelas Indah dalam pesannya kepada Solopos.com, Selasa (5/4/2016).

Menurut Indah, Rio masih membutuhkan banyak jam terbang. Meski demikian, mantan pembalap GP2 Series tersebut akan berusaha sebaik mungkin menyelesaikan musim debutnya di balapan jet darat paling prestisius di dunia itu.

“Masih ada 19 race lagi. Rio masih harus banyak-banyak belajar dan jam terbang,” ujar Indah.

Setelah GP Bahrain, Indah mengatakan Rio melihat ada progres yang dialaminya bersama Manor Racing. Itu membuat anak kandung mantan pembalap gokart nasional, Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati tersebut semakin optimistis di seri-seri berikutnya.

“Iya benar, Rio melihat ada progres yang semakin bagus [bersama Manor Racing],” ungkap Indah.

Setelah bertarung di Sirkuit Sakhir pada GP Bahrain, Rio memiliki waktu jeda sekitar dua pekan sebelum melintas di Shanghai International Circuit, Shanghai, Tiongkok. Namun, jeda dua pekan ini akan dimanfaatkan betul untuk meningkatkan performanya.

Bahkan, Rio hanya memiliki waktu dua hari untuk pulang ke Indonesia. Itu pun ia pergunakan untuk mengurus visa. “Rio hanya bisa pulang ke Jakarta dua hari saja, karena dia harus mengurus visa,” ungkap Indah.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…