Ilustrasi (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 5 April 2016 17:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DESA WISATA di Sleman Kembangkan Wisata Outbond

Desa wisata di Sleman mengembangkan wisata outbond

Solopos.com, SLEMAN– Kualitas desa-desa wisata akan ditingkatkan untuk mengembangkan pariwisata di Sleman. Salah satu upayanya, edukasi akan diberikan kepada pengelola outbound di desa-desa wisata.

Ketua DPD Asosiasi Eexperiential Learning Indonesia (AELI) DIY, Adhik Iwan Sulistyanto mengatakan, saat ini kegiatan outbound atau outdoor training banyak dikembangkan oleh masyarakat dan pengelola desa wisata.

“Outbound saat ini telah dijadikan sebagai paket kegiatan yang banyak ditawarkan kepada para wisatawan. Kami ingin berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas program outbound sehingga menjadi kegiatan yang berbobot dan memberikan kepuasan serta manfaat yang besar kepada para tamu,” ujarnya, Senin (4/4/2016).

AELI, katanya, berkomitmen untuk ikut mengembangkan pariwisata di Sleman. Sebagai lembaga yang terdata di sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dibawah pembinaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), AELI merasa berkewajiban untuk mendukung pemerintah daerah.

“Temasuk membantu masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola kegiatan outbound yang berkualitas. Tetapi tetap mengandung aspek-aspek rekreasi, pengembangan maupun edukasi,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, pengembangan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound tersebut diharapkan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di Sleman.

“Nantinya penyelenggaraan outbound atau pelatihan luar ruang dapat lebih berkualitas,” ujarnya.

Evie, sapaan akrab Shavitri menambahkan, jika seluruh pemandu outbound memiliki sertifikasi profesi maka paket-pake outbound yang ditawarkan tidak asal-asalan.

Pengelola desa-desa wisata akan menyelenggarakan outbound secara profesional dengan metodologi yang benar serta aspek-aspek lain yang menyangkut manajemen resiko, etika dan lainnya.

“Secara langsung maupun tidak langsung peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound yang dilakukan oleh tenaga-tenaga yang bersertifikasi. Ini akan berdampak positif pada sektor pariwisata khususnya di desa-desa wisata,” ujarnya.

Di wilayah Sleman, terdapat setidaknya 31 desa wisata. Dari 31 Desa Wisata yang beroperasi hanya tujuh desa wisata yang berstatus mandiri. Ketujuh desa wisata tersebut meliputi Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Gamplong, Desa Wisata Tanjung.

Desa Wisata Brayut, dan Desa Wisata Rumah Domes. Masing-masing desa wisata menawarkan keunggulan potensi wilayahnya masing-masing kepada wisatawan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…