Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
Selasa, 5 April 2016 08:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

CUACA EKSTREM
Tips Hindari Petir, Jangan Bangun Kandang di Bawah Pohon

Cuaca ekstrem, dampaknya dirasakan peternakan di Sleman.

Solopos.com, SLEMAN – Puluhan ekor bebek milik seorang peternak di RT05/RW29 Beran Kidul, Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman belum lama ini tiba-tiba mati mendadak setelah tersambar petir.

Paini RT05/RW29 Beran Kidul, Tridadi menyakini sebanyak 25 ekor bebeknya mati bukan karena penyakit unggas melainkan disambar petir. Peristiwa itu terjadi sekitar pekan lalu saat hujan deras mengguyur disertai angin kencang dan petir.

Ia sengaja membuat kandang ternak itu di bawah pohon bambu karena sudah tidak memiliki tempat yang cukup. Saat hujan deras mengguyur tiba-tiba petir menyambar pohon bambu itu hingga meranggas.

Akibatnya, puluhan ekor ternak di sekitarnya pun terkena dampaknya. Menurut Paini, beberapa detik setelah tersambar, satu ekor langsung mati. Kemudian sisanya secara perlahan tampak tidak sehat dan mati secara dalam waktu tiga hari total 25 ekor. Merasa penasaran, ia sempat membuka jeroan bebek tersebut dam tampak berwarna biru seperti terbakar.

“Satu ekor itu berputar-putar setelah disambar, langsung mati. Eman-eman banget,” ucapnya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Suwandi Aziz menyatakan, peristiwa itu murni faktor alam karena petir juga bisa menimbulkan korban meninggal dunia.

Kondisi biru pada jeroan ternak itu kemungkinan akibat adanya unsur terbakar pada organ ternak bebek. Dalam berbagai kesempatan, kata dia, ia sudah mengingatkan kepada peternak maupun masyarakat pemilik ternak agar selalu mewaspadai cuaca ekstrem. Dalam kondisi seperti saat ini, asupan makanan ternak harus tercukupi karena sewaktu-waktu penyakit bisa datang. Akantetapi soal petir, hal itu murni faktor alam yang kadang tak bisa dihindari.

“Mungkin petir itu akan mengenai pohon lalu menjalar. Usahakan kalau membuat kandang tidak berada di bawah pohon,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Pos Klimatologi BMKG DIY Djoko Budiono menjelaskan, cuaca ekstrem akan terus terjadi secara umum berlangsung di waktu siang hingga sore hari. Bagian utara DIY seperti Sleman dan wilayah tengah DIY akan lebih tinggi curah hujannya dibandingkan wilayah selatan. Karena awan banyak terkonsentrasi di dataran tinggi Sleman. Potensi hujan tinggi tersebut juga disertai petir dan angin kencang.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…