Suzuki Address. (Okezone.com)
Selasa, 5 April 2016 14:30 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Roda 2 Share :

BURSA MOTOR
Persaingan Skutik Sengit, Suzuki Ogah Ikut

Bursa motor segmen skutik bukan fokus utama Suzuki Indonesia.

Solopos.com, JAKARTA – Segmen skuter matik (skutik) adalah ranah paling ramai dan panas di bursa motor Indonesia. Kendati demikian Suzuki mengaku ogah ikut-ikutan bersaing sengit seperti yang dilakukan sejumlah pabrikan lainnya.

Head Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya mengatakan perang harga di bursa motor segmen skutik Tanah Air terlalu berat. Bahkan menurutnya Suzuki menganggap persaingan itu cenderung tidak sehat.

”Mereka memberikan diskon besar, uang muka rendah Rp300.000 dan Rp500.000, tapi pembelinya bisa saja hanya berpenghasilan Rp1 juta sebulan misalnya. Itu justru berpeluang menjadi kredit macet,” ungkap Yohan seperti dilansir laman Metrotvnews, Senin (4/4/2016).

Seperti diketahui, Suzuki sempat populer dengan skutik-skutiknya seperti Spin, Skywave, Hayate, dan Skydrive tahun 2010 ke belakang. Tetapi menyusul populernya Satria F150, pabrikan berlambang S itu sepertinya mulai mengesampingkan segmen skutik.

Meski begitu, Yohan enggan menyebut pihaknya menyerah di segmen motor tanpa tuas persneling itu. Saat ini masih ada Suzuki Nex dan Suzuki Address meski harus diakui gaungnya kalah dari Honda Beat atau Yamaha Mio.

”Kami masih eksis dengan produk skutik, hanya kami tidak mau jor-joran. Sebetulnya buat mereka [pabrikan lain] jor-joran itu sakit. Tapi karena mereka dapat volume, mereka jadi lebih besar. Karena kadang-kadang harus dipilih antara volume dan share yang ingin didapat,” papar Yohan sebagaimana dikutip dari laman Detik.

Sementara ketika disinggung terkait penyegaran (facelift) sepeda motor Suzuki Address dan Nex, Yohan mengaku SIS memang tengah menyiapkannya. Tetapi menyoal waktu peluncuran dan sebagainya, ia masih menutup keran informasi rapat-rapat.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…