Ilustrasi pertanian padi dengan mengandalkan pupuk dan pestisida organik. (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Ilustrasi pertanian padi dengan mengandalkan pupuk dan pestisida organik. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Senin, 4 April 2016 02:20 WIB JIBI/SOLOPOS/Newswire Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Anggaran Techo Park Tawangsari Terganjal Belum Jelas, Lalu?

Wisata Kulonprogo akan diramaikan dengan keberadaan Techo Park Tawangsari.

Solopos.com, KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merintis Agro Techno Park di Tawangsari, Kecamatan Pengasih seluas 100 hektare dalam rangka modernisasi pertanian dan mewujudkan industri pertanian di wilayah ini.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulonprogo Tri Hidayatun mengatakan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo telah mempresentasikan konsep pengembangan Agro Techno Park ke Pemda DIY, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Kementerian Pertanian.

“Realisasi pengembangan Agro Techno Park terganjal pada alokasi anggaran yang belum jelas. Pemda DIY sendiri masih fokus pada pengembangan kawasan, salah satunya pertanian terintegrasi. Pertanian terintegrasi ini bentuknya macam-macam, salah satunya Agro Techno Park,” kata Tri Hidayatun  seperti dikutip dari Antara, Sabtu (2/4/2016)..

Ia mengatakan pengembangan Agro Techno Park masih membutuhkan dukungan semua pihak. Dispertan masih mencari dukungan karena Agro Techno Park nanti padat teknologi, padat modal, sehingga perlu dukungan semua pihak.

“Pemkab tidak mampu menyediakan kebutuhan anggaran. Untuk itu, kami berharap ada bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan akademisi dalam membangun Agro Techno Park di Kulonprogo,” katanya.

Sementara itu, Kasi Serelia Bidang Tanaman Pangan Dipertan Kulonprogo Wazan Mudzakir mengatakan pengembangan Agro Techno Park ini dilatarbelakangi sumber daya manusia (SDM) petani yang sudah tua dan langka, produksi belum sesuai harapan, dan usaha tani serta kepemilihan lahan masih di bawah skala ideal yakni di bawah 500 dan 1.000 meter persegi.

Agro Techno Park juga merupakan bagian dalam pemberdayaan petani karena merupakan bagian yang terintegrasi dalam pembangunan nasional. Agro Techno Park juga merupakan aspek penting dari kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan merupakan kebijakan yang pro kemiskinan, pro pertumbuhan dan pro pekerjaan.

Agro Techno Park merupakan basis teknologi untuk fasilitasi percepatan alih fungsi teknologi yang dihasilkan lembaga penelitian dan perusahaan pertanian. Pengembangan Agro Techno Park dimaksudkan untuk menjadi pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, perikanan dan peternakan mulai dari sub sistem hulu sampai hilir.

“Keberadaan ATP adalah membangun pusat penerapan teknologi di bidang pertanian yang meliputi prapanen, pascapanen yang meliputi pemasaran hasil yang diterapkan untuk ekonomi dan pembangunan pusat diseminasi teknologi dan tempat advonasi pertanian, serta menerapkan sistem pertanian modern yang mencerminkan industri pertanian,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…