Siswa SMAN 2 Salatiga tengah mengikuti ujian nasional (UN) 2016, Senin (4/4/2016). Pelaksanaan UN 2016 di SMAN 2 Salatiga digelar dengan menggunakan metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com) Siswa SMAN 2 Salatiga tengah mengikuti ujian nasional (UN) 2016, Senin (4/4/2016). Pelaksanaan UN 2016 di SMAN 2 Salatiga digelar dengan menggunakan metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com)
Senin, 4 April 2016 21:50 WIB Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

UJIAN NASIONAL 2016
Lagi Mengerjakan UN, Listrik Salatiga Padam

Ujian Nasional 2016 pelaksanaan hari pertama di Salatiga diwarnai dengan pemadaman listrik di sejumlah sekolah.

Solopos.com, SALATIGA – Pelaksanaan hari pertama ujian nasional (UN) di Kota Salatiga, Senin (4/4/2016), diwarnai pemadaman listrik di beberapa sekolah. Tercatat ada ratusan siswa dari 10 sekolah di Kecamatan Sidorejo yang dalam melaksanakan ujian terganggu akibat pemadaman listrik itu.

Berdasarkan keterangan Ketua Panitia UN Kota Salatiga, Agus H.S., pemadaman listrik itu terjadi di beberapa sekolah antara lain, yakni SMA Theresia, SMK Muhammadiyah, SMK Kristen TI, SMA Kristen Satya Wacana dan SMAN 1 Salatiga. Pemadaman listrik itu terjadi selama 20 menit sekitar pukul 09.30.

“Tadi siswa-siswa sempat panik akibat insiden itu. Terutama, siswa dari sekolah yang melaksanakan ujian dengan menggunakan komputer [UNBK]. Untungnya, pemadaman itu terjadi hanya sekitar 20 menit, jadi ujian bisa kembali dilaksanakan,” ujar Agus saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Senin.

Agus menambahkan sebenarnya pihaknya sudah sejak jauh-jauh hari meminta kepada pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar selama UN tidak terjadi pemadaman listrik. Namun, pemadaman listrik masih saja terjadi akibat adanya gangguan.

“Jadi tadi kami sempat ketemu pihak PLN dan mereka menyatakan bahwa pemadaman listrik itu terjadi murni karena adanya gangguan dan bukan kesengajaan [melakukan perbaikan]. Jadi, beberapa saat setelah pemadaman, pihak PLN berusaha untuk menghidupkan lagi aliran listrik supaya tidak mengganggu jalannya UN,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Kota Salatiga itu.

Terlepas dari insiden pemadaman listrik itu, Agus mengaku pelaksanaan hari pertama UN 2016 di Kota Salatiga berjalan lancar. Ada sebanyak 4.787 siswa SMA dan sederejat yang melaksanakan UN mulai Senin ini. Dari jumlah, 3.396 siswa di antaranya menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sementara sisanya menggunakan metode paper based test (PBT).

“Syukur pelaksanaan hari pertama lancar. Tadi memang ada beberapa anak yang terkendala tidak bisa ujian karena mengalami kecelakaan ringan. Tapi, itu enggak masalah, mereka akan kami ikutkan ujian susulan yang akan dimulai 11 April mendatang,” tutur Agus.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…