Muhadi menunjukan ambrolnya talut yang ada di belakang rumahnya di Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Minggu (3/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Muhadi menunjukan ambrolnya talut yang ada di belakang rumahnya di Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Minggu (3/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 April 2016 17:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Talut Sungai Besole Ambrol, Kandang Sapi Terancam

Talut Sungai Besole di Dusun Tegalsari, Desa Siraman, Wonosari ambrol pada Jumat (1/4/2016)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Talut sepanjang 25 meter di bibir sungai Besole di Dusun Tegalsari, Desa Siraman, Wonosari ambrol pada Jumat (1/4/2016). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kejadian itu membuat kandang sapi milik Muhadi nyaris ikut ambrol.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (3/4/2016), ambrolya talut tidak lepas dari intensitas hujan yang turun beberapa hari terakhir. Dikarenakan tak kuat menahan aliran air yang menuju sungai, talut itu retak dan ambrol.

“Kira-kira panjangnya 25 meter dan dalamnya hampir dua meter yang ambles,” kata salah seoranga warga Muhadi, Minggu.

Menurut dia, setelah dibangun di akhir 2013 lalu, kondisi talut masih sangat bagus. Hanya saja, adanya penutupan saluran di sekitar talut membuat aliran air menjadi terhambat dan tidak bisa masuk ke sungai.

“Saat ambrol kondisi sungai biasa dan tidak banjir. Mungkin karena penutupan itu talut malah jadi sarana penahan air, namun karena tidak kuat maka jadi ambrol,” ungkapnya.

Dia berharap agar kerusakan tersebut bisa diperbaiki, karena jika hujan terus turun dan terjadi banjir, ditakutkan kerusakan yang ada bisa tambah parah.

“Mungkin kalau banjir, kandang saya bisa ikut hanyut karena salah satu tiangnya sudah dalam posisi menggantung. Untungnya saat ini sapi-sapi saya sudah pindahkan ke tempat yang lebih aman,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan sudah melakukan cek lokasi di talut yang ambrol.

Perbaikan rencananya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. “Yang jelas akan diperbaiki, tapi harus ada koordinasi terlebih dahulu, terutama untuk membahas anggaran perbaikan,” kata Sutaryono.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…