Nissan X-Trail Hybrid. (Okezone.com)
Senin, 4 April 2016 14:30 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Roda 4 Share :

PENJUALAN MOBIL
Gaikindo: Mobil Hybrid Mahal, Harus Ada Insentif

Penjualan mobil hybrid susah berkembang tanpa insentif pemerintah.

Solopos.com, JAKARTA – Bursa mobil Indonesia mulai kedatangan mobil-mobil hybrid sejak 2015 lalu. Tetapi penjualan mobil ramah lingkungan dan hemat bahan bakar itu tidak bisa dibilang sukses.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Yohanes Nangoi mengatakan penjualan mobil hybrid di Tanah Air bisa sukses apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti memberi insentif khusus.

Ia menjelaskan harga mobil hybrid sudah mahal sejak dari pabriknya, sebab mobil itu menggendong dua mesin, yakni mesin bensin/solar dan mesin listrik serta menggunakan teknologi yang lebih rumit.

Ketika masuk Indonesia, harga mobil hybrid semakin membengkak sebab Kementerian Perindustrian membebaninya dengan hitungan pajak setara dua mobil. Alasannya tidak lain karena mobil itu menggunakan dua jenis mesin.

”Kami butuhkan insentif karena kendaraan hybrid merupakan kendaraan mahal. Kalau tidak dikasih insentif khusus, otomatis tidak ada orang yang berani pakai atau beli mobil hybrid. Pada akhirnya akan memakai kendaraan konvensional terus,” ungkap Nangoi seperti dilansir laman Okezone, Jumat (1/4/2016).

Nangoi menyarankan pemerintah Indonesia meniru Jerman. Menurutnya negara asal BMW itu memberi keringanan pajak pada mobil baru, bahkan insentif khusus untuk mobil listrik dan hybrid karena ramah lingkungan. Sedangkan mobil tua dikenai pajak lebih mahal karena asap knalpotnya menimbulkan polusi udara.

”Di Jerman itu kalau mobil tua, malah makin mahal pajak STNK-nya. Sementara di Indonesia, makin tua makin murah, sedangkan mobil baru naik terus,” imbuhnya.

Ia juga mencontohkan negara tetangga seperti Malaysia, di sana penjualan mobil hybrid terus mengalami pertumbuhan karena diberi insentif oleh pemerintahnya. Dengan begitu harga jual mobil hybrid bisa lebih murah.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…