Kawasan Alun-Alun Kota Madiun (Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com) Kawasan Alun-Alun Kota Madiun (Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com)
Senin, 4 April 2016 21:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PEMKOT MADIUN
Pemkot Canangkan Madiun Go Green and Clean 2016, Ini Indikatornya

Pemkot Madiun menggeber program Madiun Go Green and Clean 2016.

Solopos.com, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menerapkan program Madiun Go Green and Clean 2016 untuk mewujudkan ketertiban, keindahan, dan kebersihan lingkungan di kota setempat. Sebanyak 27 kelurahan di Kota Madiun ikut serta dalam program itu.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana, dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Ansar Rasidi di Madiun, Senin (4/4/2016),  mengatakan program Go Green and Clean kali pertama digelar di Kota Madiun.

“Di beberapa kota besar, program tersebut sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, bahkan di Surabaya sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu,” ujar Ansar Rasidi.

Menurut dia, tujuan program itu di antaranya mewujudkan tertib administrasi kantor kelurahan serta mewujudkan keteduhan, kebersihan, dan keindahan kantor.

Selain itu, mewujudkan kondisi lingkungan kelurahan yang teduh, bersih, sehat, dan indah; mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri; dan mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan aparatur, masyarakat, swasta, dan dunia usaha.

Ansar menjelaskan tim tersebut berjumlah 10 orang yang berasal dari unsur Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Lingkungan Hidup, hingga tokoh lingkungan hidup.

“Waktu penilaian akan dilakukan secara terjadwal yang berlangsung mulai tanggal 5 April hingga 28 April 2016,” kata dia.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan, Bambang Sediyono, mengatakan, terdapat enam indikator yang diperhatikan dalam penilaian tim.

Indikator pertama adalah tertib administrasi kantor dengan nilai skor mencapai 10 persen. Hal-hal yang diperhatikan dalam indikator tersebut antara lain tata kearsipan serta administrasi kelurahan, LPMK, dan PKK.

Kemudian indikator kedua, penghijauan, keindahan, dan kebersihan kantor dengan nilai skor mencapai 10 persen. Lalu indikator ketiga penghijauan dan keindahan kawasan dengan nilai skor mencapai 30 persen. Hal-hal yang diperhatikan dalam indikator tersebut adalah penghijauan dan keteduhan serta keindahan taman.

Indikator keempat adalah partisipasi dengan nilai skor mencapai 40 persen. Hal-hal yang ditekankan dalam indikator partisipasi adalah partisipasi masyarakat, partisipasi lembaga kemasyarakatan, dan partisipasi swasta atau dunia usaha.

Indikator kelima yakni pengelolaan sampah dengan nilai skor mencapai 15 persen dan yang terakhir adalah indikator jambanisasi dengan nilai 5 persen.

“Pemenangnya nantinya akan memperoleh dana pembinaan yang digunakan untuk merawat kebersihan dan keindahan lingkungan di kelurahan masing-masing,” kata Bambang.

Dia berharap dengan program Madiun Go Green and Clean, warga Kota Madiun memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keteduhan lingkungan tempat tinggalnya, karena kegiatan tersebut tidak dibiayai oleh pemerintah alias swadaya dari masing-masing warga kelurahan.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO —¬†Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…