Pasangan pengantin nikah masal melaksanakan ijab kabul di dalam pesawat Boeing 737, dalam serangkaian HUT Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) bekerjasama dengan Forum Taa’ruh Indonesia, Senin (4/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Pasangan pengantin nikah masal melaksanakan ijab kabul di dalam pesawat Boeing 737, dalam serangkaian HUT Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) bekerjasama dengan Forum Taa’ruh Indonesia, Senin (4/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 April 2016 14:55 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

NIKAH BARENG
Unik, 21 Pasang Pengantin Ijab Kabul di Dalam Pesawat!

Nikah bareng sebanyak 21 pasang pengantin di Jogja dilakukan di dalam pesawat

Solopos.com, BANTUL- Sebanyak 21 pasang pengantin mengucap janji suci pernikahan di dalam pesawat terbang bertajuk Nikah Bareng Angkasa dan Donor Darah Cinta dalam rangka HUT Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta yang bekerja sama dengan Forum Ta’aruh Indonesia (Fortais) di Kampus STTKD Jalan Parangtitis km 4,5, Bantul, Senin (4/4/2016).

Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto mengatakan, dalam kesempatan kali ini Fortais dan STTKD membuat konsep pernikahan wedding in the plane, dikarenakan selain berkaitan dengan HUT STTKD acara menikah bareng juga baru pertama kali dilaksanakan di dunia.

“Ini terbilang acara nikah bareng yang sangat unik, karena menikah melaksanakan pernikahan di dalam pesawat baru pertama kalinya dilaksanakan di dunia kemudian acara pernikahan ini juga membawa Misi Kebangsaan, Misi Kemanusiaan, dan Misi Pariwisata,” papar Ryan.

Ketua Pelaksana Harian Kampus STTKD Vidyana M mengatakan, 21 pasang pengantin yang mengikuti nikah bareng ini berasal dari DIY, Indramayu Jawa Barat, Cilacap Jawa Tengah, dan Banyuasin Sumatera Selatan, dan terdiri 11 pasang melakukan ijab kabul dan 10 pasangan difabel melakukan tasyakuran menikah,” katanya.

Kemudian selain dapat menikah gratis didalam pesawat para mempelai juga mendapat beberapa fasilitas yang menarik dari pihak penyelenggara seperti mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dengan uang tunai Rp21.000, mahar satu set kosmetik, perawatan spa dan bulan madu di hotel berbintang di DIY.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…