Proses penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Badan Wakaf UII Lutfi Hasan di BPRS Unisia, Jogja, Jumat (1/4/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja) Proses penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Badan Wakaf UII Lutfi Hasan di BPRS Unisia, Jogja, Jumat (1/4/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 April 2016 20:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KREDIT MAHASISWA
BPRS Unisia Sediakan Kredit untuk Mahasiswa

Kredit mahasiswa sudah populer di luar negeri, namun masih asing di Indonesia

Solopos.com, JOGJA–Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Unisia Insan Indonesia (BPRS Unisia) menyediakan pinjaman untuk mahasiswa.

Direktur BPRS Unisia Saptya Eka Haryadi mengungkapkan, pinjaman kepada mahasiswa sudah populer di luar negeri. Namun, di Indonesia pembiayaan seperti itu belum telalu populer. Oleh karena itu, BPRS Unisia yang merupakan anak usaha dari Yayasan Badan Wakaf UII itu ingin mengawali di DIY.

“Civitas di UII merupakan target kami dan tentu saja pihak eksternal. Kami menargetkan bisa menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp82 miliar,” papar dia, usai peresmian BPRS tersebut, Jumat (1/4/2016).

Pembiayaan untuk mahasiswa Student Financing merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk membiayai kebutuhan pendidikan. Di dalamnya, termasuk pembiayaan untuk keperluan melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi.

Ada ketentuan yang berlaku yakni jangka waktu pembiayaan satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau maksimal 12 bulan, dan diikutsertakan asuransi.

“Untuk mitigasi risiko, kami tetap melibatkan orang tua. Tujuannya, agar non performing financing [NPF] terkendali,” papar dia ketika ditemui di BPRS Unisia, Jl Cik Di Tiro No 1, Jogja, Jumat (1/4/2016).

Direktur Utama BPRS Unisia Basrawi Yudi Nugroho mengatakan,Poin utama yang ditawarkan adalah BPRS Unisia menjamin pihaknya menerapkan prinsip syariah yang murni. Tahun pertama berdiri diharapkan bisa mengumpulkan aset sebesar Rp90 miliar.

BPRS Unisia memulai operasionalnya dengan nilai aset Rp8 miliar. Aset tersebut disetor para pemegang saham di mana komposisinya 95% oleh Yayasan Badan Wakaf UII dan 5% dari pihak luar.

“Kami targetkan dalam satu tahun bisa menyalurkan pembiayaan Rp81,9 miliar sehingga pada akhir tahun posisi aset kami menjadi Rp90 miliar,” papar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…