Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Senin, 4 April 2016 11:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

KECELAKAAN SUKOHARJO
Perlintasan KA Tanpa Palang di Purbayan bakal Ditutup

Kecelakaan Sukoharjo diharapkan bisa dikurangi atau dicegah dengan penutupan perlintasan KA tanpa palang.

Solopos.com, SUKOHARJO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menutup perlintasan kereta api tanpa palang di Dusun Kudurejo, Desa Purbayan, Kecamatan Baki menyusul kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa pada Sabtu (2/4/2016) malam.

Penutupan perlintasan kereta api tanpa palang bakal dilakukan di sepanjang jalur rel Solo-Jogja.

Hal itu diungkapkan Manager Corporate Communication PT KAI Daerah Operasional (Daops)/ VI, Eko Budiyanto, saat dihubungi solopos.com, Minggu (3/4/2016).

Menurut dia, perlintasan kereta api tanpa palang di lokasi kejadian dibuat oleh warga setempat. Biasanya, warga setempat menyeberangi rel kereta api untuk memperpendek jarak tempuh menuju lokasi tujuan. “Kami akan tutup dengan memasang palang di perlintasan kereta api tanpa palang di lokasi kejadian. Tanda peringatan juga akan dipasang petugas,” kata dia, Minggu.

Menurut Eko, terdapat beberapa lokasi perlintasan kereta api tanpa palang di sepanjang jalur rel Solo-Jogja. Sebelumnya, perlintasan kereta api tanpa palang merupakan semak belukar di pinggir jalur rel. Lantaran ingin memperpendek jarak tempuh, warga setempat membersihkan semak belukar dan membuat jalan setapak.

Jalan setepak itu kerap dilewati para pengguna pengendara sepeda motor untuk menyeberangi rel kereta api. “Jalan setapak itu hanya bisa dilewati sepeda motor. Namun, tak menutup kemungkinan bisa juga dilewati mobil jika jalan setapak itu dilebarkan oleh warga,” ujar dia.

Karena itu, petugas bakal menyisir jalur rel sepanjang Solo-Jogja dan segera menutup perlintasan kereta api tanpa palang agar tak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas. Petugas juga bakal memasang tanda peringatan di sejumlah lokasi perlintasan kereta api tanpa palang.

“Sudah dipasang tanda peringatan saja sering diterobos warga yang hendak menyeberangi rel kereta api. Warga kerap nyelonong dan tak berhati-hati saat menyeberangi rel kereta api,” papar dia.

Selain Solo-Jogja, penutupan perlintasan kereta api bakal difokuskan di sepanjang jalur rel Solo-Wonogiri.

Terdapat puluhan perlintasan kereta api tanpa palang di sepanjang jalur rel tersebut. Saat ini, jalur rel Solo-Wonogiri hanya dilewati railbus Batara Kresna. Tak menutup kemungkinan, jalur rel itu bakal dilewati kereta api lainnya termasuk kereta barang.

Eko menghimbau agar warga yang berdomisili di dekat jalur rel kereta api tidak membuat jalan setapak yang digunakan untuk menyeberangi rel. “Sesuai aturan, kereta api yang berjalan mendapat prioritas utama. Kami tak ingin ada warga yang membuat jalan setapak untuk menyeberangi rel kereta api,” terang Eko.

Di sisi lain, Kapolsek Baki, AKP Poniman, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, mengungkapkan semestinya perlintasan kereta api tanpa palang ditutup oleh instansi terkait. Hal ini dilakukan agar tak ada lagi warga atau pengguna jalan yang meregang nyawa setelah tertabrak kereta api.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…