Pesawat Batik Air yang mengalami tabrakan dengan pesawat Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4/21016) malam. (Istimewa/Twitter)
Senin, 4 April 2016 22:19 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

KECELAKAAN PESAWAT
Jalur Pesawat Batik Air & Transnusa Sudah Benar, Waktunya yang Jadi Masalah

Kecelakaan pesawat Batik Air vs Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma masih diselidiki penyebabnya.

Solopos.com, JAKARTA — Insiden benturan pesawat Batik Air dan Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4/2016) malam, masih belum jelas penyebabnya. Hal ini karena kedua pesawat berada di jalur yang benar saat terjadi benturan.

Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, mengatakan baik pesawat Boeing 777-03 milik Batik Air maupun pesawat ATR milik Transnusa berada di jalurnya. Batik Air hendak take off di runway, sementara Transnusa berada di jalur penarikan.

“Pesawat ATR di tarik dari utara ke selatan, kita belum tahu bagaimana. Tapi mestinya itu jalur ke hanggar selatan. Ini jalur untuk narik, kita cari tahu dulu kenapa ada pesawat di runway saat ada yang take off,” kata Dwi saat dihubungi Metro TV, Senin malam.

Karena itulah saat ini tim investigasi sedang mencari tahu ke pihak ATC bandara untuk mengetahui penyebab pastinya. Yang belum diketahui adalah mengapa keduanya bisa sama-sama di runway pada saat bersamaan.

“Kita konfirmasi ke tower, lokasi take off [Batik Air] sudah benar, jalur penarikan pesawat [Transnusa] juga sudah benar. Tinggal kita cari tahu kenapa bisa bersamaan,” jelasnya.

Dwi menjelaskan proses evakuasi telah selesai dan proses yang masih berlangsung adalah evakuasi badan pesawat. Pasalnya, badan pesawat Boeing masih berada di ujung runway.

“Sudah selesai evakuasi penumpang semua selamat, tinggal barang-barang. Tapi bandara sedang ditutup sampai selesai evakuasi. Penumpang di bawah kendali Batik Air.”

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…