Perbaikan jalan di kawasan Saradan, Rabu (8/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf) Ilustrasi (JIBI/Antara/Fikri Yusuf)
Senin, 4 April 2016 15:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

INFRASTRUKTUR KARANGANYAR
Duh, Anggaran Pemeliharaan Jalan di Karanganyar Tersedot untuk Honor THL

Infrastruktur Karanganyar, dana pemeliharaan jalan senilai Rp3 miliar separuhnya untuk honor THL.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan sebesar Rp3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016.

Dari jumlah itu, paling hanya separuhnya yang akan terserap untuk pemeliharaan jalan. Separuhnya lagi digunakan untuk membayar tenaga harian lepas (THL) sebanyak 150 orang.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Edhy Sriyatno, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (4/4/2016). Dia mengakui anggaran masih kurang.

“Anggaran pemeliharaan jalan di APBD 2016 sekitar Rp3 miliar. Tapi separuhnya akan kami gunakan untuk membayar honor THL. Honor mereka Rp1.050.000 per bulan per orang,” kata dia.

Edhy menjelaskan anggaran pemeliharaan jalan masih jauh dari kebutuhan ideal di lapangan. Dia memperhitungkan kebutuhan ideal anggaran pemeliharaan jalan di angka Rp10 miliar.

Padahal alokasi anggaran pemeliharaan jalan selama ini hanya di kisaran Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Anggaran sebesar itu didapat dari dua kali penganggaran APBD.

“Saya sedang hitung kebutuhan anggaran tambahan yang akan kami ajukan melalui APBD Perubahan 2016. Idealnya anggaran pemeliharaan jalan ya Rp10 miliar sampai Rp15 miliar,” ujar dia.

Edhy menjelaskan ada beberapa momentum yang perlu dilakukannya pemeliharaan jalan, dalam setahun. Dia mencontohkan momentum mendekati arus mudik dan balik Lebaran.

“Setiap ruas jalan idealnya dua kali penanganan dalam setahun. Misalnya penanganan pascamusim penghujan, mendekati arus mudik Lebaran, dan pada akhir-akhir tahun,” tutur dia.

Ketua Komisi C DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo, meminta DPU menghitung ulang kebutuhan anggaran pemeliharaan jalan 2016, untuk diajukan dalam APBD perubahan 2016.

Politikus Partai Demokrat tersebut mendukung pengalokasian anggaran sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuannya supaya kerusakan jalan cepat ditangani, dan tak jatuh korban jiwa.

“Penanganan kerusakan jalan itu penting sekali. Kalau bisa ditangani cepat dengan penganggaran yang sesuai, kenapa harus ditunda-tunda. Jangan sampai rakyat jadi korban,” kata dia.

Di sisi lain, Leo meminta Pemkab lebih selektif dalam menjaring kontraktor proyek infrastruktur jalan. Jangan sampai anggaran yang digelontorkan sia-sia karena penggarapan yang jelek.

Leo mencontohkan kerusakan sejumlah ruas jalan, padahal baru digelontor proyek 2015 lalu. Kerusakan bisa karena garapan yang jelek, atau perencanaan yang salah.

LOWONGAN PEKERJAAN
Shunda Plafon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…