Anjing terlatih dari Unit Satwa Polda Jatim menyusuri kereta di Stasiun Gubeng, Surabaya di tengah libur Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, Kamis (24/12/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Didik Suhartono) Anjing terlatih dari Unit Satwa Polda Jatim menyusuri kereta di Stasiun Gubeng, Surabaya di tengah libur Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, Kamis (24/12/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Didik Suhartono)
Senin, 4 April 2016 07:40 WIB Bernadheta Dian/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARGA BBM TURUN
Tarif Kereta Ekonomi Ikut Turun

Kereta api jarak jauh turun Rp4.000 sementara jarak dekat turun Rp2.000.

 

 

Solopos.com, JOGJA-Tarif kereta kelas ekonomi turun per 1 April. Kereta api jarak jauh turun Rp4.000 sementara jarak dekat turun Rp2.000. Penurunan ini terjadi seiring perubahan harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang turun Rp500 per liter.

PT KAI Daop 6 Jogja sudah melakukan penyesuaian tarif dengan keputusan tentang tarif baru tersebut. Manager Corporate Communication PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto menyambut baik keputusan yang diambil Kementerian Perhubungan.

“Daop 6 menyambut baik penurunan ini karena BBM turun. Ini artinya pemerintah konsisten dengan ada penurunan BBM ini sehingga tarif transportasi ikut dipertimbangkan,” kata dia, Minggu (3/4).

Penurunan berlaku mulai 1 April dan hanya berlaku untuk kereta ekonomi. Ia menyebut ada enam kereta ekonomi yang melintas melalui Daop 6 dan sudah menyesuaikan tarif penurunan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No.23/2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO).

Kereta tersebut di antaranya KA Logawa jurusan Purwokerto-Jakarta turun dari Rp76.000 menjadi Rp74.000. KA Bengawan jurusan Purwosari-Pasar Senen dari Rp76.000 jadi Rp74.000. KA Kahuripan jurusan Kediri-Kiaracondong dari Rp86.000 jadi Rp84.000.

KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya Gubeng-Pasar Senen dari Rp106.000 jadi Rp104.000. KA Sri Tanjung jurusan Lempuyangan-Banyuwangi dari Rp96.000 jadi Rp94.000, dan KA Pasundan jurusan Surabaya Gubeng-Kiaracondong dari Rp96.000 menjadi Rp94.000.

Eko sendiri belum bisa memastikan apakah kereta lokal seperti Prambanan Ekspres (Prameks) juga akan mengalami penurunan. “Kalau yang lokal saya belum dapat kabar. Kalau PSO sudah turun Rp4.000 dan Rp2.000,” katanya.

Ia mengatakan, bagi calon penumpang yang telah memesan tiket sebelum diberlakukannya tarif baru tersebut, maka selisih harga tiket akan dikembalikan. Para penumpang diberikan kesempatan untuk mengklaim selisih harga tiket setelah sampai stasiun tujuan.

Ia berharap dengan penurunan tarif ekonomi ini semakin meningkatkan minat masyarakat yang menempuh perjalanan menggunakan kereta api. Eko mengakui, meski penurunannya hanya Rp4.000 namun berpotensi untuk menaikkan jumlah penumpang dan okupansinya.

Biasanya, kata Eko, okupansi kereta ekonomi PSO mencapai lebih dari 90% setiap kali pemberangkatan. “Harga tidak turun pun okupansinya tinggi,” tegas dia.

Dilansir dari detik, tarif baru ini akan diberlakukan sampai 30 Juni mendatang. Sebelumnya, instruksi untuk menurunkan tarif angkitan sudah ditegaskan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Ia menegaskan bahwa tarif transportasi umum harus turun kurang lebih 3% untuk menyesuaikan harga BBM yang baru. Transportasi umum seperti bus antar kota, kereta api ekonomi, kapal penyeberangan, harus segera menurunkan tarif agar masyarakat merasakan manfaat dari penurunan harga BBM ini.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…