Sebuah bus mengantri BBM di sebuah SPBU di Palur, Jaten, Karanganyar, belum lama ini. Organda menyatakan belum akan menaikkan tarif angkutan umum terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu) Sebuah bus mengantri BBM di sebuah SPBU di Palur, Jaten, Karanganyar, belum lama ini. Organda menyatakan belum akan menaikkan tarif angkutan umum terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Senin, 4 April 2016 20:40 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

HARGA BBM TURUN
Pemkab Karanganyar Turunkan Tarif Angkutan 3%-5%

Harga BBM turun, tarif angkutan umum di Karanganyar akan turun 3%-5%.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menurunkan tarif angkutan umum 3%-5% mulai Selasa (4/4). Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, mengatakan sudah berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perwakilan pelaku usaha angkutan perkotaan (angkot) dan angkutan perdesaan (angkudes). Pertemuan membahas penyesuaian tarif.

“Sepakat tarif turun 3%-5% dari tarif sebelumnya. Menyesuaikan kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak [BBM]. Berlaku mulai Selasa [5/4]. Misalnya, trayek Palur-Bejen maksimal Rp5.300-an menjadi Rp5.000,” kata Agus saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/4/2016).

Namun, Agus mengaku tidak hafal tarif angkot dan angkudes secara detail. Menurut Agus, pelaku usaha mengeluh sejumlah penumpang kurang tertib saat membayar. Penumpang membayar lebih rendah ketimbang tarif yang ditentukan.

Agus menyampaikan penurunan harga BBM mencapai 12%. Namun, pelaku usaha tidak dapat menurunkan tarif lebih dari 5%. Mereka beralasan komponen pada transportasi banyak, seperti BBM, spare part, biaya perawatan, dan lain-lain.

“Pelaku usaha berharap masyarakat tertib membayar. Harga BBM turun tidak serta merta tarif juga banyak turun. Masih banyak komponen lain yang mempengaruhi. Kami akan mengajukan penyesuaian tarif kepada Bupati untuk dituangkan pada surat keputusan,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…