Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (Ligaindonesia.co.id) Fahri Hamzah (Ligaindonesia.co.id)
Senin, 4 April 2016 12:13 WIB JIBI/Solopos.com/Detik Politik Share :

FAHRI HAMZAH DIPECAT
Tak Terima, Fahri: Kita Kembali ke Zaman Kegelapan

Fahri Hamzah tak terima dipecat dari PKS.

Solopos.com, JAKARTA – Fahri Hamzah resmi dipecat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Soal pemecatan ini Fahri rupanya masih tak terima. Wakil Ketua DPR RI ini bahkan mempertanyakan alasan PKS memecat dirinya.

“Kesalahan mahabesar apa yang dilakukan Fahri Hamzah sehingga dia layak dipecat dari semua jenjang keanggotaan?” Kata Fahri dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016), seperti dikutip dari Detik.

Fahri menuturkan bahwa dia sudah mengikuti semua jenjang kekaderan di PKS dari bawah. Dia pun menegaskan tidak pernah melakukan kesalahan.

“Seberat apa dosanya sehingga saya layak diambil jenjang keanggotaan saya? Saya tidak pernah berbuat tidak senonoh, tidak mencuri dan korupsi, tidak melanggar hukum dan etika,” paparnya.

Soal gaya bicaranya yang dipersoalkan, Fahri mengaku itu adalah gayanya. Dan seharusnya hal itu tidak dijadikan masalah.

“Kalau kata-kata itu persoalan gaya. Kalau gaya harus jadi pasal dalam hukum, sadarlah bahwa kita kembali ke jaman kegelapan,” ujar Wakil Ketua DPR ini.

“Ada apa gerangan yang sangat berat sehingga layaklah saya diberhentikan dari semua keanggotaan? Kalau dicari tidak ada,” lanjut Fahri.

Sebelumnya, Presiden PKS M Sohibul Iman di laman resmi PKS membeberkan sejumlah hal terkait ulah Fahri Hamzah yang dinilai tidak sesuai dengan arahan partai.

“Beberapa pernyataan FH yang kontroversial, kontraproduktif dan tidak sejalan dengan arahan Partai saat itu antara lain; menyebut ‘rada-rada bloon’ untuk para anggota DPR RI. Pernyataan ini diadukan oleh sebagian anggota DPR RI ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan dikemudian hari FH diputus oleh MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan,” jelas PKS di laman PKS.id, Senin (4/4/2016).

“Mengatasnamakan DPR RI telah sepakat untuk membubarkan KPK; Pasang badan untuk 7 (tujuh) proyek DPR RI yang mana hal tersebut bukan merupakan arahan Pimpinan Partai,” tambah Sohibul.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…