Akun twitter Fahri Hamzah (twitter.com)
Senin, 4 April 2016 17:00 WIB Dewi Aminatuz Zuhriyah/JIBI/Bisnis Politik Share :

FAHRI HAMZAH DIPECAT
PDIP: Naif Kalau Presiden Dituding Intervensi PKS!

Fahri Hamzah dipecat dari keanggotaan PKS. PDIP menyatakan tak ada permintaan Presiden Jokowi agar memecat Fahri.

Solopos.com, JAKARTA — Politikus PDIP, TB Hasanuddin, memastikan tidak ada intervensi dalam pemecatan Fahri Hamzah dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Maklum, selama ini Fahri kerap melontarkan pernyataan pedas terhadap pemerintah dalam berbagai hal.

Menurut TB Hasanuddin, kritik yang kerap dilontarkan Fahri Hamzah terhadap pemerintah Jokowi masih normal. “Terlalu jauh kalau Fahri dipecat karena permintaan Presiden. Justru, di mata Presiden Jokowi, Fahri bukan ancaman atau orang yang bisa merontokan posisi presiden. Lalu kenapa harus dipecat?” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers, Senin (4/4/2016).

TB Hasanuddin memandang kritik Fahri terhadap pemerintah justru tidak begitu pedas dibandingkan anggota DPR lainnya. “Bagi anggota DPR, sikap Fahri terhadap pemerintah itu dianggap biasa saja. Padahal banyak kritik anggota DPR yang lebih keras daripada Fahri, tapi disampaikan secara tertutup dalam acara RDP dan Raker,” ungkap TB Hasanuddin.

Terlebih lagi, tambahnya, demokrasi telah memberi ruang kepada semua orang untuk mengkritik pemerintahan dan bagi anggota DPR dam mengkritik adalah salah satu tugas konstitusi. “Dan naif sekali kalau [ada anggapan] Presiden meminta mencopotnya, lalu Presiden PKS dengan enteng mengabulkan permintaan tersebut. Apa manfaatnya?” katanya.

Dia menilai pemecatan Fahri Hamzah dari PKS lebih dikarenakan masalah internal. Dia menuturkan agar semua pihak dapat secara jernih melihat masalah itu dengan tidak mengaitkan dengan hal di luar dari partai.

“Saya melihat ini lebih pada urusan intern PKS setelah ada perubahan pimpinan di lingkungan intern PKS. Dan mari kita saling menghormati masalah intern masing-masing, tak perlu harus ada kambing hitam,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, politikus PKS Nasir Djamil tidak memberikan komentar terkait beredarnya surat yang berisikan pemecatan Fahri Hamzah dari PKS. Disinggung mengenai proyek bersih—bersih PKS dari geng Anis Matta, anggota Komisi III DPR itu mengelak pernyataan tersebut.
“Ya enggak lah, kita tunggu aja bagaimana respons Fahri,” ujarnya saat dihubungi Bisnis/JIBI, Minggu (3/4/2016).

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…