Surat yang beredar di media sosial tentang pemberhentian Fahri Hamzah sebagai anggota PKS. (Istimewa/Twitter)
Senin, 4 April 2016 16:00 WIB Juli Etha Ramaida Manalu/JIBI/Bisnis Politik Share :

Fahri Hamzah Dipecat, Ini Faktor Lain di Balik Keputusan PKS

Fahri Hamzah dipecat dari PKS dengan berbagai faktor penyebab. Berikut analisisnya.

Solopos.com, JAKARTA — Pemecatan Fahri Hamzah dari keanggotaan PKS terkesan mengejutkan mengingat popularitas politikus yang pernah menjadi aktivis 1998 ini. Namun, pernyataan Fahri yang tak populis dan dianggap kontra dengan pemahaman masyarakat dinilai sebagai faktor lain pencopotannya.

Menurut pengamat politik dari Universitas Budi Luhur Umaimah Wahid, Senin (4/4/2016), setelah kerap berseberangan dengan pemerintah, PKS sedang berusaha membangun image sesuai paradigma Islam dengan cara berpikir yang lebih berpihak kepada rakyat.

Kebijakan dan pernyataan Fahri dianggap tidak populis dan kontra dengan pemahaman masyarakat. Sementara itu, PKS sedang berusaha membangun paradigma Islam dengan cara berpikir yang pro-masyarakat.

“Banyak pernyataannya yang tak populis dan merugikan PKS. PKS jadi cenderung tidak disukai masyarakat. Dia kontraproduktif terhadap branding PKS,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis/JIBI.

Fahri yang kerap vokal terhadap pemerintah juga berbanding terbalik dengan manuver partai yang mulai mendekat ke pemerintah. Umaimah menilai pencopotan ini merupakan implikasi mendekatnya PKS kepada pemerintah.

Menurutnya, PKS akan lebih bisa memahami dan mau bekerja sama dengan pemerintah saat ini. Kendati terdapat perbedaan pendapat, partai itu akan lebih terbuka untuk negosiasi.

Mengenai popularitas PKS setelah Fahri Hamzah dipecat, Umaimah berpendapat hal itu tidak akan terlalu berpengaruh. Untuk mampu mengambil hati publik, partai tersebut harus menunjukkan pembelaan nyata akan harapan publik.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…