Tenda untuk berjualan berdiri di area CFD Jl. Pahlawan Madiun. (Facebook-Paguma)
Senin, 4 April 2016 09:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

CAR FREE DAY MADIUN
Netizen Paguma Keluhkan CFD Madiun Kian Semrawut

Car free day (CFD) Jl. Pahlawan Madiun dikeluhkan sejumlah netizen karena penataannya semrawut.

Solopos.com, MADIUNMember Grup Facebook Paguyuban Madiun (Paguma), Madiun Wisata, mengeluhkan kondisi di arena car free day (CFD) Jl. Pahlawan Madiun yang semakin semrawut. Tujuan diselenggarakannya CFD Madiun dianggap telah tergusur dengan banyaknya orang yang berjualan di arena bebas kendaraan bermotor itu.

Pengguna akun Facebook Madiun Wisata menyampaikan Jl. Pahlawan yang digunakan sebagai arena CFD saat ini tertutup dengan banyaknya tenda-tenda orang yang berjualan. Apalagi, saat ini sejumlah swalayan juga menggelar dagangan di arena CFD dengan tenda-tenda berukuran jumbo.

“CFD oh CFD..pungsimu tergusur oleh tenda-tenda besar yg hampir memotong setengah badan jalan.. Kalau UKM dan industri rumahan mungkin msh bisa dimaklumi..tapi kebanyakan badan jalan ditutupi oleh perusahaan raksasa yg memang sudah memiliki tempat bahkan sekelas mall..,” tulis Madiun Wisata di Grup Facebook Paguma yang dikutip Madiunpos.com, Minggu (3/4/2016).

Dia berharap Pemkot Madiun bisa lebih mengawasi dan memperhatikan CFD Jl. Pahlawan dan disesuaikan dengan tujuan semula. Selain itu, saat ini banyak pengunjung CFD yang membawa hewan peliharaan di arena CFD.

“Mohon kiranya pihak terkait lebih memperhatikan pungsi awal CFD, belum lagi banyak keluhan dari masyarakat banyaknya pengunjung yg membawa hewan-hewan peliharaan di tempat umum.. Semoga Kota Madiun bisa lebih baik lagi, tapi sangat dibutuhkan ketegasan dari pemerintah kota dan dukungan dari semua lapisan masyarakat agar pungsi CFD benar-benar sesuai peruntukannya..,” katanya.

Unggahan tersebut pun menjadi bahan diskusi bagi sejumlah netizen di Grup Paguma. Pengguna akun Elok Frida Anggraeni mengatakan tidak mempermasalahkan warga yang berkunjung di CFD dengan membawa hewan peliharaan selama tidak menganggu pengunjung lain.

Menurut dia, kegiatan komunitas pecinta hewan peliharaan yang ada di CFD biasanya bertujuan positif sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

“Gpp kalo bawa hewan peliharaan asal g mengganggu warga..bhkan bnyk komunitas2 pecinta hewan yg berkumpul. Tujuannya jg positifi kog,” tulis dia di kolom komentar.

Elok Frida Anggraeni mengatakan justru yang perlu diatur itu tenda-tenda milik perusahaan besar atau swalayan besar yang berada di arena CFD dan memakan badan jalan. Menurut dia, seharusnya swalayan besar memberikan ruang kepada usaha kecil menengah (UKM) di arena CFD.

“Justru yg harus disikapi adalah bnyknya tenda2 besar yg memakan bahu jalan itu.. Bgaimana seharusnya perusahaan2 besar itu memberi ruang/t4 yg lebih besar bg ukm. Kalo kberadaan hewan2 justru bs menghibur masyarakat bs menumbuhkan kecintaan anak2 pd hewan dlsb. Sepertinya lebih bnyk yg suka drpd mengeluh hehehe,” tulis dia dalam kolom komentar.

Pengguna akun Fajar Kalermiks memandang sejauh ini pelaksanaan CFD JL Pahlawan masih wajar. Tetapi, dia menilai Pemkot perlu menata supaya arena CFD Jl. Pahlawan lebih atraktif dan ditata dengan menarik.

“Sepanjang pengamatan saya, semuanya masih bisa dikatakan wajar, namun memang alangkah baiknya, jika pemkot sbg tuan rumah, bisa lebih mengkoordinasikan dan mendesain layout jalan menjadi lebih atraktif. Bukan rapi tapi teratur,” tulis dia dalam kolom komentar.

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bahasa Tubuh dan Bahasa Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (19/10/2017). Esai ini karya Triyono Lukmantoro, dosen Sosiologi Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail…