News
Minggu, 3 April 2016 - 18:30 WIB

PENGGEREBEKAN DENSUS 88 : Busyro: Dibawa Selamat, Siyono Pulang Jadi Mayat, Itu Fakta Gelap!

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menabur bungi di makam Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Rabu (30/3/2016). PP Muhammadiyah siap melakukan advokasi terhadap istri Siyono, Suratmi, beserta keluarganya. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Penggerebekan Densus 88 yang berujung kematian Siyono dinilai Busyro Muqoddas sebagai fakta gelap yang harus diungkap.

Solopos.com, KLATEN — Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menegaskan hasil autopsi menjadi dasar guna mengambil langkah selanjutnya atas meninggalnya Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Cawas. Siyono meninggal dunia dalam penahanan Densus 88 Antiteror Polri.

Advertisement

“Tim nanti yang akan mengolahnya, kami tidak memiliki kompetensi. Autopsi menjadi pertimbangan melakukan langkah-langkah selanjutnya apa sesuai dengan semangat pencarian keadilan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” kata Busyro saat ditemui wartawan di pintu masuk Kompleks Makam Brengkungan sebelum menyaksikan proses autopsi, Minggu (3/4/2016).

Busyro mengatakan upaya autopsi dilakukan lantaran ada dugaan kejanggalan atas meninggalnya Siyono. “Dibawa selamat, pulang jadi mayat. Itu sebuah fakta gelap yang harus dibuka agar terang benderang. Indonesia tidak bisa urusan nyawa digelap-gelapkan, sama sekali tidak bisa. Ini negara pancasila dan rakyat ini rakyat kita sendiri yang membayar pajak,” kata dia.

Baca juga: 4 Jam Tim Forensik Autopsi di Makam Siyono, Ini Ujungnya.

Advertisement

Disinggung keberadaan tim forensik dari Polda Jateng dalam autopsi itu, Busyro mengatakan hal itu tak jadi soal. “Kalau ada ya bagus, bisa menyaksikan langsung. Kami siap juga kan bersinergi dengan kepolisian. Kepolisian secara institusi harus kita perkuat, harus kita jaga marwahnya. Tetapi, kalau ada oknumnya melakukan dugaan pelanggaran HAM, itu yang harus diproses,” jelas dia.

Siyono ditangkap Densus 88 seusai melaksanakan salat Magrib di masjid yang bersebelahan dengan rumahnya, Selasa (8/3/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Pada Kamis (10/3/2016), tim Densus mendatangi rumah Siyono guna mencari barang bukti terkait keterlibatannya pada dugaan aksi terorisme. Pada Minggu (13/3/2016) dini hari, jenazah Siyono tiba ke rumah duka dan dimakamkan sekitar pukul 03.00 WIB.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif