Dua orang pelajar tampak sedang memadu kasih di salah satu bangunan yang terletak di Asmara Jawa (Asjo), Alun-alun Kalirejo, Ungaran Timur, Sabtu (2/4/2016). Foto ini diunggah oleh akun Andra Khoirul Rizal di Grup Facebook UNGARAN. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Dua orang pelajar tampak sedang memadu kasih di salah satu bangunan yang terletak di Asmara Jawa (Asjo), Alun-alun Kalirejo, Ungaran Timur, Sabtu (2/4/2016). Foto ini diunggah oleh akun Andra Khoirul Rizal di Grup Facebook UNGARAN. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Minggu, 3 April 2016 22:40 WIB Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

MESUM DI UNGARAN
Haduh...Pelajar Pacaran Kebablasan di Asjo

Mesum di Ungaran membuat keprihatinan bagi netizen di laman FB Ungaran.

Solopos.com, UNGARAN – Remaja pacaran kebablasan di ruang publik menjadi keprihatinan banyak pihak.

Netizen di grup Facebook Ungaran tengah dibuat berang dengan kelakuan para pelajar SMA yang acap menggunakan bangunan di Asjo (Asmara Jowo), sebutan untuk Alun-alun di Kalirejo, Ungaran Timur, sebagai tempat memadu kasih.

Kelakuan para pelajar ini kali pertama diunggah oleh akun Facebook Andra Khoirul Rizal, Sabtu (2/4/2016) pagi. Sambil memosting gambar dua pelajar yang sedang memadu kasih itu, akun Andra Khoirul Rizal mengaku prihatin dengan kejadian yang ia lihat.

Opo cah sekolah saiki do bali gasik to? Ge jam 8 isuk mau kok wes mesramen neng Asjo [Apa anak sekolah sekarang pulang lebih awal? Kok jam 8 pagi tadi sudah pada bermesraan di Asjo,” tulis akun Andra Khoirul Rizal.

Foto yang diunggah Andra itu memang tak terlihat jelas. Meski demikian, apa yang diunggah Andra itu menimbulkan reaksi keprihatinan dari para netizen anggota Grup Facebook Ungaran.

Banyak yang menyayangkan kelakuan para pelajar itu. Beberapa di antara mereka bahkan menyarankan Andra untuk segera melaporkan kejadian yang ia lihat itu kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar langsung diberi tindakan melalui razia.

“Laporke Pol PP yen ono ngunu kui. Po neh nang tempat umum cetho melo-melo enek bukti men digaruk. Nanti dipanggilkan orang tua biar ada efeknya. Yen iso kabeh. [Laporkan ke Pol PP kalau ada yang begitu. Apalagi di tempat umum, jelas-jelas ada bukti. Biar nanti dipanggilkan orang tuanya, biar ada efek. Kalau bisa semua],” respons akun Ndown Pay.

“Tangkap sek rame-rame, [tangkap dulu ramai-ramai] baru panggilkan Pol PP,” sambung akun Ayah’e Naura.

“Betul nek dijarke sesuk mesti mbalik meneh. [Betul, kalau dibiarkan besok mesti balik lagi],” imbuh akun Rakly Arya.

Selain prihatin dengan kelakuan para pelajar ini, para netizen juga kecewa dengan kondisi bangunan di Asjo itu yang penuh dengan corat-coret. Seperti yang diungkapkan akun Andre Aldian M.

“Kui tembok kok yo dicoret coret to yoooo… tersangkane sopo kui… kok yo ra melu nduweni malah ngrusak. [Itu tembok kok ya dicorat-coret. Tersangkanya siapa itu? Enggak ikut memiliki kok malah merusak],” tulis akun Andre Aldian M.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…