Para pembalap di awal GP Bahrain di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Minggu (3/4/2016). (Istimewa/@F1)
Minggu, 3 April 2016 23:59 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Balap Share :

FORMULA ONE 2016
Rio Haryanto Finish Terakhir, Wehrlein 13, Manor Tanpa Poin Lagi!

Formula One 2016 di Bahrain menjadi sejarah bagi Rio Haryanto, yaitu kali pertama mencapai finish di ajang F1.

Solopos.com, BAHRAIN — Pembalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, akhirnya mampu finish untuk kali pertama di F1 meski finish paling terakhir di Grand Prix (GP) Bahrain, di Sirkuit Sakhir, Minggu (3/4/2016). Sedangkan rekan setimnya asal Jerman, Pascal Wehrlein, finish lebih baik di posisi 13.

Sebenarnya, Rio mampu mengawali balapan dengan sangat baik. Start dari urutan 20, Rio mampu menyodok ke posisi 17 di lap ke-2, menyalip Huelkenberg dari Force India. Rio terus merangsek dan naik ke posisi 13 di lap 9, sedangkan Wehrlein di posisi 7. Itulah catatan posisi terbaik Rio di Bahrain sebelum kedua pembalap Manor itu masuk ke pit.

Sampai di situ saja keperkasaan mobil Rio. Wherlein masuk pit di lap 11, dan Rio masuk pit di lap 12. Sayangnya, keluar dari pit dan ganti menggunakan ban soft, posisi kedua pembalap itu mulai melorot di trek.

Pada lap 16, Rio sempat mulai stabil di urutan 16 dan Wehrlein di posisi 13. Namun, Rio yang berada di depan Sergio Perez terus ditempel dari belakang. Pada lap 22, Rio harus merelakan mobilnya disalip Perez dan turun ke posisi 16.

Bahkan pada lap 28, pembalap Force India, Nico Huelkenberg, yang sejak awal di belakang Rio, kian menempel ketat. Lap berikutnya, Rio masuk pit dan seterusnya Hulkenberg di depan Rio.

Lap 30, Wehrlein sempat mengganti ban menjadi supersoft dan hasilnya dia mampu bersaing dengan Perez dan finish di urutan 13. Sedangkan Rio baru menyusul ke pit dan mengganti ban di lap 41.

Selanjutnya, pembalap kelahiran Solo itu tak pernah lagi beranjak dari posisi 17 dan menjadi pembalap terakhir yang mencapai garis finish. Woo!” kicau akun @ManorRacing.

Rio juga dipuji meskipun finish terakhir karena setidaknya dia bisa mencapai garis finish untuk kali pertama. Jauh lebih baik dari penampilannya GP Australia saat dia gagal melanjutkan balapan. “Fantastic job too for Rio. Takes his first flag & P17.”

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…