Sejumlah petugas menurunkan naskah UN 2016 jenjang SMA/SMK untuk Kabupaten Karanganyar, dari truk pengangkut, ke Aula Disdikpora Karanganyar, Sabtu (2/4/2016) pagi. (JIBI/Solopos/Istimewa)
Sabtu, 2 April 2016 17:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

UJIAN NASIONAL
Disdikpora Karanganyar Pantau Penyimpanan Naskah UN SMA/SMK dengan Kamera CCTV

Ujian Nasional, naskah UN jenjang SMA/SMK tiba di Karanganyar, Sabtu dini hari.

Solopos.com, KARANGANYAR–Naskah soal Ujian Nasional (UN) 2016 untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah sederajat lainnya, tiba di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (2/4/2016) jam 03.15 WIB.

Naskah soal ujian disimpan di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Karanganyar. Polisi dan penjaga internal Disdikpora dikerahkan menjaga naskah tersebut.

Untuk mengantisipasi adanya pencurian atau sabotase, petugas Disdikpora memasang kamera closed circuit television (CCTV). Penjelasan itu disampaikan Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Haryanto, saat ditemui wartawan di sela kesibukannya.

“Naskah ujian untuk Karanganyar dikirim dari Kudus tadi malam jam 00.00 WIB, dan tiba jam 03.15 WIB. Jumlah naskah soal lengkap, dan kami simpan di Aula Disdikpora. Semua pintu kami segel, ada petugas jaga, dan kamera CCTV 24 jam,” tutur dia.

Agus menjelaskan pengiriman naskah ujian dari Kudus ke Karanganyar juga dikawal polisi. Rencananya, naskah ujian didistribusikan saban hari, sebelum ujian. Perwakilan sekolah diminta mengambil naskah ke Disdikpora mulai jam 05.30 WIB.

Pembagian naskah ujian diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang terletak jauh dari Kantor Disdikpora. “Petugas dari sekolah minimal dua orang, dan mengendarai mobil walau dekat. Wajib pakai mobil. Tujuannya supaya aman di jalan,” kata dia.

Agus menerangkan soal ujian sudah dikemas untuk seluruh sekolah. Tiap kemasan terdiri 20 soal. “Jumlah soal sudah sesuai kebutuhan, ditambah cadangan. Kemasan soal harus dibuka di ruang ujian, di depan semua peserta ujian,” tambah dia.
Disinggung kemungkinan adanya siswa yang tak bisa mengikuti UN pada hari H, menurut Agus, bisa mengikuti ujian susulan. Ujian susulan digelar sepekan setelah agenda reguler ujian. “Kalau alasan tak bisa ikut UN kuat, bisa ikut UN susulan,” ujar dia.

Sementara Kepala Disdikpora Karanganyar, Sutarno, mengatakan jumlah siswa SMA/SMK dan sekolah sederajat lainnya, yang akan mengikuti UN 2016 tercatat 7.963 siswa. Sedangkan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akan digelar di 25 sekolah.

Persiapan penyelenggaraan UNBK sudah rampung. Peranti ujian sudah dipasang di semua sekolah, dan telah menjalani serangkaian uji coba. “Persiapan sudah 100 persen, tinggal pelaksanaan. Semoga lancar, aman, dan tertib,” harap Sutarno.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…