Ilustrasi (Ist)
Sabtu, 2 April 2016 19:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

UJIAN NASIONAL 2016
Jelang UN, Siswa MAN Tulungagung Doa Bersama 3 Hari

Ujian Nasional 2016 dihadapi dengan belajar dan berdoa kepada Yang Kuasa.

Solopos.com, TULUNGAGUNG – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional 2016, ratusan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Tulungagung, Jawa Timur, menggelar istigasah atau doa bersama.

Doa bersama digelar di kompleks masjid sekolah dan dipimpin oleh koordinator guru pembina agama setempat, Nanang Ashari sejak jam pelajaran pertama dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak kemarin dan digelar selama tiga hari berturut-turut hingga Sabtu [2/4/2016],” tutur Nanang, Jumat (1/4/2016).

Pada kegiatan istigasah hari pertama dan kedua, kata dia, ritual doa bersama hanya diikuti oleh siswa kelas XII MAN 1 Tulungagung yang berjumlah 375 siswa.

Namun pada hari terakhir rangkaian kegiatan spiritual yang diselenggarakan secara khusus guna membangun kesiapan mental dan spiritual siswa jelang UN tersebut, istigasah diikuti seluruh siswa setempat.

“Terutama untuk kelas XI dan XII. Siswa kelas X mungkin tidak banyak yang ikut karena pada waktu bersamaan ada kegiatan latihan baris-berbaris,” ujarnya.

Acara diawali dengan pelaksanaan Salat Duha berjamaah, ritual dilanjutkan dengan membaca beberapa bacaan surat dalam kitab suci Al Quran dan diakhiri dengan doa bersama.

“Sudah menjadi tradisi di sekolah kami, setiap menjelang ujian nasional ataupun ujian semester tahap akhir menjelang kenaikan kelas, selalu digelar ritual istigotsah dan doa bersama seperti ini,” ucapnya.

Belajar di sekolah maupun di rumah sudah dilakukan, namun mempersiapkan mental dan spiritual tidak bisa dipisahkan karena menjadi kunci lain keberhasilan maupun keberuntungan siswa dalam menghadapi ujian.

Sementara itu, salah satu siswa peserta istigasah bernama Aldesir Z. menanggapi positif digelarnya doa bersama tersebut. Menurutnya, dengan doa bersama secara khusyuk membantu mereka dalam membangun konsentrasi menghadapi UN secara individu maupun kolektif.

“Istigasah dan doa bersama seperti ini membuat kami lebih tenang,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…