Logistik UN paper based test siap di Madiun, Kamis (9/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Ilustrasi (JIBI/Solopos/dok)
Sabtu, 2 April 2016 10:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

UJIAN NASIONAL 2016
600 Boks Naskah UN Tiba di Boyolali, Distribusi Libatkan Polisi

Ujian nasional 2016 di Boyolali akan diikuti sedikitnya oleh 9.989 siswa.

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 600 box naskah ujian nasional (UN) untuk SMA sederajat tiba di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Sabtu (2/4/2016) pagi.

Naskah tersebut siap didistribusikan ke sekolah-sekolah non ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Minggu (3/4/2016). Sekolah non UNBK di Boyolali terdiri dari 26 SMA, 11 MA, dan 28 SMK.

“Hari Minggu ini mulai kami distribusikan dari rayon yang paling jauh, yakni SMK Klego, SMA 1 Simo, SMK 1 Mojosongo, dan terakhir SMA 3 Boyolali,” kata Kabid SMA/SMK Disdikpora Boyolali, Suyanta, kepada solopos.com, Sabtu.

Senin pagi sekolah-sekolah mulai mengambil naskah ujian sesuai jadwal pada hari itu ke masing-masing rayon.
Seperti diketahui, sebanyak 9.989 siswa SMA/SMK di Boyolali siap mengikuti UN, Senin (4/4/2015). Mereka berasal dari 32 SMA, 11 MA, dan 39 SMK yang ada di Boyolali. Sebanyak 17 sekolah yakni enam SMA dan 11 SMK akan menyelenggarakan UNBK dan 65 sekolah penyelenggara ujian lainnya masih menggunakan sistem paper test.

Distribusi soal UN melibatkan aparat kepolisian. Bahkan distribusi soal dari percetakan di Kudus ke Boyolali dikawal oleh polisi dari Polda Jateng dan Polres Boyolali. “Naskah menginap semalam di Disdikpora, masih ada lima anggota polisi yang berjaga di Disdikpora,” imbuh Suyanta. Distribusi ke sekolah-sekolah hari ini, juga akan melibatkan tim pengamanan dari masing-masing polsek.

Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, menyampaikan Disdikpora sudah mempersiapkan sistem pengamanan dalam pengambilan naskah ujian, verifikasi jumlah, hingga pengamanan distribusi ke masing-masing rayon. Di Kantor Disdikpora naskah akan dicek oleh bidang terkait dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). “Selain dicek juga akan ditata sesuai kebutuhan masing-masing rayon, mulai dari jumlah naskah, mata pelajaran, dan kunci jawaban akan ditata semua di sini.”
Disdikpora mengingatkan agar petugas pengambil naskah khususnya di wilayah pelosok seperti Juwangi dan Kemusu disiplin dalam menepati jadwal pengambilan nasbah.

“Memang sudah diatur, jadwal pengambilan naskah untuk sekolah paling jauh akan didahulukan, atau paling pagi. Tapi kami harapkan sekolah punya strategi, misalnya sekolahan di Juwangi menugaskan guru yang bertempat tinggal di Simo untuk mengambil naskah di SMA 1 Simo,” jelas dia.

Khusus untuk sekolah penyelenggara UNBK, Suyanta mengingatkan sekolah agar mengantisipasi aspek krusial dalam teknis pelaksanaan UN di antaranya jaminan saluran listrik, tersedianya jaringan internet yang lancar, serta pengamanan alat yang digunakan untuk UNBK salah satunya komputer.

“Untuk kelancaran internet, sekolah diharapkan bisa kerja sama baik dengan provider. Sekolah juga harus bisa menjamin keamanan alat komputer dengan menggandeng pihak kepolisian. Kami sudah membuat surat imbauan agar sekolah melakukan tindakan antisipasi tersebut,” kata Suyanta.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…