Deputi Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) I Ketut Suena (dua dari kiri) melakukan diskusi dengan jurnalis tentang Laku Pandai di Hotel Horison Semarang, Jumat (1/4/2016). (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com) Deputi Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) I Ketut Suena (dua dari kiri) melakukan diskusi dengan jurnalis tentang Laku Pandai di Hotel Horison Semarang, Jumat (1/4/2016). (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com)
Sabtu, 2 April 2016 22:50 WIB Semarang Share :

OTORITAS JASA KEUANGAN
Inilah Laku Pandai OJK

Otoritas Jasa Keuangan mmeluncurkan program Laku Pandai.

Solopos.com, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyosialisasikan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai ) kepada kalangan jurnalis di Semarang.

Kegiatan yang dikemas dalam diskusi tersebut diikuti puluhan jurnalis media cetak, TV, dan online dilaksanakan di Hotel Horison Semarang, Jumat (1/4/2016).

Deputi Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) I Ketut Suena mengatakan program Laku Pandai bertujuan menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan.

Selain itu, lanjut dia, juga untuk melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia terutama antara desa dan kota.

“Laku Pandai ini memudahkan akses keuangan masyarakat agar jangan sampai terjerat rentenir,” ujarnya.

Produk-produk yang disediakan dalam program ini adalah tabungan dengan karakteristik basic saving account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk keuangan lainnya seperti asuransi Mikro Ketut mengakui program Laku Pandai yang baru berjalan satu tahun belum banyak dikenal masyarakat sehingga masih butuh sosialisasi dan literasi lebih genjar lagi.

“Perbankan yang ikut partisipasi dalam program Laku Pandai masih delapan bank yakni BRI, Mandiri, BTPN, BCA, BTN, BNI, Sinarmas, dan BRI Syariah. Segara menyusul Bank Jateng,” ungkapnya.

SUP Product Customer Experience Head BPTN Achmad Nusjirwan Sugondo dalam kesempatan sama mengatakan Laku Pandai menjadi satu terobosan bagi bank untuk menjangkau masyarakat di pelosok yang selama ini tidak tersentuh layanan perbankan.

“BTPN bergabung dengan program Laku Pandai dengan meluncurkan BPTP Wow pada 30 Maret 2015,” ujar dia.

Melalui BTPN Wow, sambung Achmad masyarakat dapat menabung uang recehan Rp1.000 melalui agen-agen terdekat di daerah mereka yang telah bekerjasama dengan BTPN

Menurut dia, jumlah agen BTPN Wow secara nasional sampai Maret 2016 sebanyak 30.000 agen dengan jumlah nasabah sebanyak 410.000 orang.

Sedangkan untuk jumlah agen BTPN Wow di Kota Semarang dan Kebupaten Semarang sebanyak 800 agen dengan jumlah nasabah 12.000 orang.

“Kami membuka kesempatan kepada masyaraka untuk bergabung menjadi agen BPTN Wow,” tandas dia.

Bagi masyarakat yang berminat menjadi agen Laku Pandai BTPN Wow persyaratannya antara lain berstatus penduduk setempat yang sudah dikenal baik masyarakat sekitarnya, menjadi nasabah bank yang bersangkutan minimal dua tahun dan dipercaya bank.
Mempunyai usaha utama yang telah berjalan sekurang-kurangnya dua tahun dengan lokasi usaha yang tetap dan strategis.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….