Diza Hanifah Hernawan, artis pemain Preman Pensiun RCTI, saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (2/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com) Diza Hanifah Hernawan, artis pemain Preman Pensiun RCTI, saat berkunjung ke Griya Solopos, Sabtu (2/4/2016). (Evi Handayani/JIBI/Solopos.com)
Sabtu, 2 April 2016 15:15 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Solo Share :

KUNJUNGAN MEDIA
Sapa Warga Solo, Si Geulis Diza “Preman Pensiun” Ngaku Tak Lancar Nyunda

Kunjungan media kali ini menampilkan kedatangan artis sitkom Preman Pensiun.

Solopos.com, SOLO — Artis komedi situasi Preman Pensiun, Diza Hanifa Hernawan, 18, berkesempatan menyapa warga Solo lewat talk show Bincang Spesial Radio Solopos FM, Sabtu (2/4/2016), pukul 11.00-12.00 WIB.

On air bersama penyiar Putu Narendra, Diza mengaku ini merupakan kali pertama ia berkunjung ke Kota Solo. Sebagai orang yang hobi masak dan makan, Diza pun penasaran dengan kuliner di Solo.

Dalam satu sesi, ada fans Diza yang request agar artis tersebut berbicara dalam bahasa Sunda. Menanggapi permintaan tersebut, dengan malu-malu Diza mengaku dirinya tak begitu pandai berbahasa Sunda.

“Hehehe, saya Sunda, tapi sebenarnya enggak lancar bahasa Sunda. Sehari-hari pakai bahasa Indonesia,” ujar Diza.

Selain tak lancar berbahasa Sunda, Diza juga mengaku dirinya tak suka makan pete dan jengkol. Tapi, apabila suatu saat ia ditantang untuk berakting makan makanan tersebut, secara profesional Diza akan melakukannya.

Diza Hanifa

Diza Hanifa

“Hobi saya masak, kulineran. Suka semua makanan kecuali jengkol dan pete. Tapi kalau untuk akting saya akan makan, profesional. Belum pernah sih mendapat peran itu,” kata Dizza.

Diza mengisahkan perjalanan kariernya di dunia hiburan Tanah Air terbilang mudah. Lewat sang ibu yang menyuruhnya ikut kontes make up dan hijab, gadis berjilbab ini mulai kebanjiran tawaran casting.

“Jadi, setelah lulus SMA tahun 2014, disuruh ibu ikut kontes make up dan hijab. Waktu itu paling kecil dan paling pendek. Aku masih 17 tahun, sementara yang lain udah 20-an tahun kan dan benar-benar model. Aku enggak ada basic model juga. Dari 80 peserta itu, aku masuk grand final, tapi enggak menang.  Sejak itu mulai dapat tawaran-tawaran casting. Sebenarnya aku ogah-ogahan, tapi sama ibu disuruh nyoba aja,” ujar Diza.

“Ya Alhamdulillah segampang itu. Di saat yang lain mungkin harus ini itu, aku casting pertama di Preman Pensiun dan langsung dapat peran,” lanjut Diza.

Diza mengaku, sebenarnya ia tak pernah berkeinginan terjun di dunia hiburan. Ia ingin lebih fokus belajar, setelah pernah menyicipi jadi model ketika duduk di sekolah menengah pertama (SMP).

“Waktu SMP sempat ikut modeling, foto-foto. Waktu SMA udah enggak pengin, maunya fokus ke sekolah,” kata Diza.

Berdasarkan penuturan Diza, setelah Preman Pensiun selesai, saat ini ia sedang menjalani shooting genre sitkom. Penulis naskah sitkom terbaru Diza ini sama dengan penulis script Preman Pensiun, Aris Nugraha.

Di akhir perbincangan, Diza mengingatkan warga Solo dan sekitarnya untuk ikut serta dalam acara yang akan ia isi besok, Minggu (3/4/2016), pukul 08.00-12.00 WIB, di Swiss Belinn Hotel. Dalam acara tersebut, Diza akan sharing tentang pengalamannya seputar makanan halal dan gaya hidup.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…