Pelaksanaan uji emisi (JIBI/SOLOPOS/Tri Rahayu)
Sabtu, 2 April 2016 05:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KESEHATAN LINGKUNGAN
BLH Gelar Lomba Emisi Dan Uji Petik Emisi

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman akan menggelar lomba uji emisi pekan depan.

 

Solopos.com, SLEMAN- Sumbangan terbesar pencemaran udara berasal dari sektor transportasi utamanya dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Berkaitan dengan itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman akan menggelar lomba uji emisi pekan depan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman Purwanto mengatakan, Kementrian Lingkungan Hidup memprediksi pencemaran udara selama 2016 mengalami kenaikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Jika tidak ada upaya-upaya pengendalian, maka pencemaran udara akan menjadi persoalan yang membahayakan kehidupan. “Pemakaian kendaraan bermotor selain mempunyai dampak positif juga berdampak negatif. Salah satunya, berpotensi menurunkan derajat kesehatan manusia,” ujar Purwanto di kantornya, Jumat (1/4).
Dia mengklaim, kondisi kualitas udara di wilayah Sleman masih relatif baik namun ada kecenderungan kualitasnya menurun. Hasil pengujian sesaat terhadap kualitas udara ambient yang dilakukan pada 2015, kualitas udara di Sleman tidak memenuhi baku mutu udara ambient sesuai dengan keputusan Gubernur DIY. “Parameter sulfur dioksida dari waktu ke waktu menunjukan peningkatan, meskipun masih dibawa baku mutu. Sementara parameter nitrogen dioksida dan debu cenderung naik,” katanya.
Untuk menekan penurunan kualitas udara tersebut, BLH Sleman akan menggelar lomba emisi gas buang kendaraan bermotor roda empat untuk kendaraan operasional instansi pemerintahaan pada Rabu-Kamis (6-7/4) mendatang di lapangan Denggung, Sleman. Pihaknya juga menyediakan konsultasi perawatan kendaraan bermotor bagi kendaraan yang tidak lolos uji. “Untuk hari pertama dikususkan kendaraan dinas, dan siangnya dilanjutkan uji petik kendaaraan umum. Berlanjut pada hari berikutnya,” katanya.
Dia berharap peran masyarakat pemilik kendaraan roda empat dan kendaraan niaga untuk ikut berpartisipasi mengikuti ajang tersebut. Target dalam uji emisi maupun uji petik 80 untuk kendaraan dinas roda empat dan 520 kendaraan roda empat umum maupun niaga. “Biasanya melebihi target. Lomba ini bertujuan untuk mengukur besarnya emisi gas buang kendaraan, menganalisis dan mengevaluasi hasil uji emisi sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan dan mengetahui tingkat perawatan kendaraan bermotor,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…