Ilustrasi angkutan perkotaan (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos) Ilustrasi angkutan umum perkotaan (Dok/JIBI/Solopos)
Sabtu, 2 April 2016 09:10 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

HARGA BBM TURUN
Tarif Angkutan Umum di Sukoharjo Belum Turun

Harga BBM turun tampaknya belum mempengaruhi tarif angkutan umum di Sukoharjo.

Solopos.com, SUKOHARJO – Tarif angkutan umum di Sukoharjo tak serta merta turun seiring dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar senilai Rp500/liter mulai 1 April. Di sisi lain, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sukoharjo masih menunggu instruksi langsung dari pengurus Organda pusat ihwal penurunan tarif angkutan.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sukoharjo, Indriatmoko, mengatakan belum ada penurunan tarif angkutan umum di Sukoharjo kendati harga BBM premium dan solar turun. Para awak bus masih menerapkan tarif angkutan sebelum dan kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga BBM premium dan solar.

“Tarif angkutan belum turun, masih seperti biasa. Kami masih menunggu instruksi dari pusat [Organda pusat],” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Jumat (1/4/2016).

Pemilik Perusahaan Otobus (PO) Wahyu Putra ini mengungkapkan biasanya penumpang membayar ongkos di bawah tarif resmi saat harga BBM turun. Para penumpang berdalih harga BBM jenis solar turun sehingga membayar ongkos di bawah tarif resmi.

Dia mencontohkan tarif resmi bus jurusan Solo-Sukoharjo senilai Rp6.000/penumpang. Biasanya, para penumpang hanya membayar ongkos antara Rp4.500/penumpang-Rp5.000/penumpang.

“Para awak bus juga tak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya seperti ini [harga BBM jenis solar turun]. Para penumpang sudah tahu harga BBM jenis solar turun sehingga mereka tak mau membayar ongkos sesuai tarif resmi,” ujar dia.

Menurut Indriatmoko, kondisi keuangan perusahaan otobus tengah limbung. Masyarakat yang memanfaatkan jasa moda transpoertasi darat sangat sedikit. Mereka memilih mengendarai sepeda motor saat bepergian setiap hari.

Karena itu, penurunan tarif angkutan harus menghitung berbagai komponen biaya operasional angkutan umum. Selain BBM, kompenen operasional angkutan seperti onderdil dan spare part yang harus diganti secara berkala. “Kondisi di lapangan sudah seperti itu jadi kami tak bisa memaksa penumpang harus membayar ongkos sesuai tarif resmi,” papar dia.

Indriatmoko bakal berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo serta para pengusaha angkutan darat lainnya untuk membahas penurunan tarif angkutan. Dia juga akan berkoordinasi dengan para pengurus Organda se-Soloraya untuk menyikapi instruksi Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan,terkait penurunan tarif angkutan umum sebesar tiga persen.

Seorang sopir bus Wahyu, Joko, mengatakan penurunan tarif angkutan bakal menambah biaya operasional para awak bus. Apalagi, saat ini masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi dibanding memanfaatkan jasa angkutan umum.

“Jika tarif angkutan turun tak sebanding dengan biaya operasional,” ujar dia.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo, R.M. Suseno Wijayanto, belum dapat dimintai konfirmasi ihwal penurunan tarif angkutan umum. Saat solopos.com menghubungi melalui ponsel belum direspons. Pesan singkat yang dikirim Espos juga tidak dibalas.

 

The jagongan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…