Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). Peluncuran kartu tersebut ditujukan sebagai jaring pengaman sosial peralihan subsidi bahan bakar minyak. (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus) Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)
Sabtu, 2 April 2016 03:40 WIB Mayang Lestari/JIBI/ Gunung Kidul Share :

FASILITAS UNTUK WARGA MISKIN
Pembuatan KIS Terhambat Prosedur Dadakan

Perangkat desa di Gunungkidul justru merasa dibingungkan dengan aturan yang diperuntukkan bagi penerimanya, yakni warga miskin.

 

 

Solopos.com, WONOSARI-Pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) masih menjadi gonjang-ganjing di masyarakat. Perangkat desa di Gunungkidul justru merasa dibingungkan dengan aturan yang diperuntukkan bagi penerimanya, yakni warga miskin. Hal tersebut menimbulkan ketidakjelasan sistem pemerintah yang harusnya memudahkan justru malah menyulitkan.

Kepala Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen Yulisasih Dwi Martini mengungkapkansebanayak 200 berkas usulan warga penerima KIS masih terlantar di Kecamatan. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan aturan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi yang secara tiba-tiba datang dan menyebutkan bahwa usulan tidak dapat dilakukan secara kolektif, namun harus mandiri. Hal tersebut tentu membuat pihaknya terkejut, karena tidak sesuai dengan sosialisasi yang disampaikan.

“Waktu Sosialisasi desa diminta untuk membantu mendata warga miskin, sekarang muncul aturan yang baru secara tiba-tiba,” kata dia, Jumat (1/4/2016).

Ia menjelaskan, selama pendataan hanya melakukan pendataan ulang terhadap anggota keluarga yang belum mendapatkan KIS.
Kalau ada yang masih belum tercatat sebagai pemegang kartu, akan dicatatkan datanya dan mendapatkan pendampingan dari desa dan kecamatan.

Di desanya sendiri sudah dibentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Desa. Sehingga data yang masuk akan diproses melalui Tim tersebut, untuk nantinya diteruskan ke Kabupaten untuk memgurus KIS.

Ia berharap prosedur dapat diperjelas lagi oleh pemerintah, karena dengan ketidak jelasan seperti saat ini akan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat.

“Terlebih bagaimana bagi warga yang sudah jompo atau tua renta, warga yang ekonominya terbatas, sehingga tidak dapat mengurus KIS secara mandiri ke Kabupaten,” keluhnya

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….