Managing Director PT. Semarang Arsana Rekreasi Trusta, Richard Ho (kiri) bersama Direktur PT. Semarang Arsana Rekreasi Trusta, Didik Harianto (kanan) saat pemotongan tumpeng di syukuran hari jadi ke-31 THR Sriwedari di panggung terbuka THR Sriwedari Solo, Kamis (31/3/2016). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 April 2016 10:35 WIB Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos Solo Share :

THR SRIWEDARI SOLO
Ultah Ke-31, THR Sriwedari Tetap Optimistis di Tengah Polemik

THR Sriwedari Solo memasuki usia ke-31 tetap optimis di tengah polemik.

Solopos.com, SOLO – Tepat pada Kamis (31/3/2016), Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari genap berusia 31 tahun. Ratusan orang karyawan menyatu bersama dalam haru dan canda di tengah suasana syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 di panggung terbuka THR Sriwedari pada Kamis siang tersebut.

Sederhana, penuh keintiman, dan apa adanya. Tak ada pesta mewah di sana. Lantunan doa ucap syukur dari pengajian bersama puluhan anak yatim seusai pemotongan tumpeng menjadikan suasana syukuran penuh makna. Sajian musik humor dari kelompok musik The Muddub menambah suasana segar siang hari tersebut.

Rangkaian acara yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB-15.00 WIB tersebut hanya dihadiri 150 an karyawan dan sekitar 60 orang anak dari salah satu Panti Asuhan di Gentan, Sukoharjo.

Keceriaan selama potong tumpeng, foto bersama yang berlanjut dengan pengajian tersebut bagi Direktur PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (SmART), Didik Harianto, merupakan potongan momen yang penuh makna di hari bersejarah tersebut. Betapa tidak, di tengah keterombang-ambingan polemik kawasan Sriwedari, semangat para karyawan di hari spesial tersebut merupakan amunisi untuk terus memupuk rasa optimistis. THR Sriwedari merupakan taman hiburan di bawah naungan PT. Semarang Arsana Rekreasi Trusta yang berada di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Didik mengajak para karyawan untuk tetap semangat bekerja. Dia berharap mereka tak perlu merisaukan polemik Sriwedari. Di usianya yang beranjak semakin matang, menurut Didik THR Sriwedari sampai kapan pun tak akan mudah tergeser. Didik mengaku tak memiliki target muluk-muluk. Status THR Sriwedari memang masih sewa dengan pemerintah. Dia mengatakan sudah menyiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi jika satu saat harus tergusur.

“Bagaimana ke depan, kami tetap akan tanggung jawab kepada karyawan. Lepas dari itu, tetap positif thinking saja, berusaha memacu diri untuk semakin kreatif. Siapa yang kreatif, itulah yang menang dan sanggup bertahan,” tutur dia saat berbincang dengan Espos selepas acara, Kamis.

Sebagai pusat hiburan yang menyasar segmentasi masyarakat menengah ke bawah, THR Sriwedari terus berkomitmen menyajikan hiburan menarik nan murah meriah kepada masyarakat. Asisten Sales Manajer THR Sriwedari, Retnosari Ariani berujar ke depan THR Sriwedari berupaya membuka diri untuk komunitas-komunitas seni di Kota Solo.

“Dalam satu tahun terakhir ini grafis pengunjung berkurang sekitar 10% karena cuaca juga sering tidak menentu kan 1 tahun belakangan ini. Kami ingin merangkul lebih banyak komunitas untuk masuk ke mari. Di Solo kan ada banyak sekali komunitas yang tumbuh dan berkembang, seperti komunitas game dan lain sebagainya. Kami bahkan terbuka juga untuk kegiatan skala kecil seperti reuni,” terang dia, Kamis.

THR Sriwedari akan memaksimalkan upaya untuk terus mengembangkan diri dengan sejumlah wahana yang ada, seperti mini coaster, boom boom car, monorail, carousel, kiddy boat, super rally, sky merry, ball pool, mini jet, rumah hantu, kiddy ride, rock in tug, mini water park, 1 panggung terbuka, 16 stand game booth, dan cafetaria yang disinergikan dengan live performance di setiap harinya.

Puncak perayaan ulang tahun Sriwedari pada Minggu (3/4/2016) mendatang merupakan salah satu upaya awal untuk membranding kembali THR Sriwedari sebagai taman hiburan yang merakyat untuk semua segmen.

“Di puncak acara, kalau biasanya kami suguhkan dangdut, kali ini kami hadirkan Pecas Ndahe dan band classsic rock D’ Diamondz,” imbuh dia.

Iwan Siswanto, asisten operasional Manajer THR mengatakan acara tersebut merupakan strategi untuk sedikit demi sedikit mengubah image THR yang identik dengan dangdut. “Di THR ada hardcore, hiphop, dan lain-lain juga, enggak hanya dangdut,” ujar dia, Kamis.

 

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…