Anggota Satpol PP Kabupaten Karanganyar sedang memotong rambut salah satu gelandangan yang terjaring razia PGOT di Kabupaten Karanganyar, Kamis (1/4/2016). (JIBI/Solopos/Istimewa/Satpol PP)
Jumat, 1 April 2016 15:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

RAZIA KARANGANYAR
Satpol PP Karanganyar Jaring 6 Pengamen dan Orang Gila

Operasi pekat Karanganyar yang digelar Satpol PP menangkap pengamen dan orang gila.

Solopos.com, KARANGANYAR–Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar menjaring enam orang pengamen dan orang gila di sejumlah lokasi di Karanganyar, Jumat (1/4/2016).

Operasi tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Trantibmas) Kantor Satpol PP dan Linmas Kabupaten Karanganyar, Joko Purwanto, mengatakan petugas menggelar razia pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) pagi buta.

Hasilnya, anggota Satpol PP berhasil membawa empat orang gila terdiri dari satu perempuan dan tiga lelaki. Mereka terjaring razia di Jaten, Palur, depan Perusahaan Otobus (PO) Rosalia Indah, dan Kebakkramat.

“Kalau terlalu siang mereka sudah berkeliling kemana-mana. Kami razia berdasarkan laporan warga. Mereka sering tidur di depan toko, warung, dan kantor. Itu membuat pelanggan kurang nyaman. Mereka bukan warga setempat dan wajah baru,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (1/4/2016).

Empat orang gelandangan dibawa ke Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar untuk mendapat penanganan. Anggota Satpol PP juga mencukur rambut dan membersihkan badan gelandangan. Setelah itu, mereka dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah di Kentingan, Solo. Selain menjaring gelandangan, petugas juga mengangkut dua pengamen di pertigaan Palur dan depan Batalyon Infanteri Mekanis 413/Bremoro.

“Satu pengamen berusia 12 tahun dan satu lagi perempuan usia 25 tahun. Jika mereka kembali tertangkap langsung dimasukkan ke panti sosial. Untuk saat ini masih dilakukan pembinaan,” tutur dia.

Joko menyampaikan PGOT bergeser ke perbatasan Kota Solo seiring patroli rutin di Karanganyar. Ia memastikan pusat keramaian di Karanganyar, seperti Alun-Alun, Taman Pancasila, dan lain-lain bebas pengamen, pengemis, dan gelandangan.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…