Ilustrasi dua orang pemain voli putri sedang berhadapan. Ist/rol.go.id
Jumat, 1 April 2016 09:30 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Umum Share :

POPDA SOLORAYA 2016
Tim Voli Putri Solo Tampil di Provinsi

Popda Soloraya 2016 menyajikan Tim Voli Putri Solo keluar sebagai juara.

Solopos.com, SOLO — Tim voli putri tingkat SMA Kota Solo siap tampil di Pekan Olah raga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Jawa Tengah 2016 setelah sukses menjuarai Popda Soloraya di GOR Diponegoro, Sragen, Rabu (30/3/2016). Tim ini jadi pemenang selepas menaklukkan tim tuan rumah Sragen dengan skor 2-0 (25-12, 25-22). Sedangkan juara voli putra direbut tim Wonogiri yang menang atas Sragen, 2-1.

Sebenarnya Sragen yang berstatus sebagai tuan rumah berpeluang besar mengawinkan gelar juara voli putra putri tingkat SMA di Popda Soloraya 2016 ini. Akan tetapi, mereka harus puas finis sebagai runner up. Putri kalah dari Solo, sementara putra tumbang di tangan Wonogiri.

“Anak-anak bermain bagus dan konsisten sejak laga awal hingga final. Kami berharap di fase berikutnya hasil lebih baik,” papar pelatih tim voli putri SMA Solo, ‘’Olga’’ Ardiansyah, kepada wartawan, Kamis (31/3/2016).

Tim voli putri SMA Kota Solo mengawali perjuangan di Popda Soloraya ini dengan menyingkirkan Karanganyar, 2-0, di babak pertama. Di semifinal Solo mengeliminasi tim Wonogiri dengan skor sama, 2-0. Di partai puncak Solo yang diperkuat pemain Jakarta Pertamina Energi, Ersandrina Devega, tersebut juara dengan menundukkan Sragen.

“Popda Jateng masih Mei nanti. Kami punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Meskipun demikian, kami tetap harus menjaga performa anak-anak supaya tampil maksimal dan bisa mempertahankan gelar juara seperti tahun lalu,” imbuh Ardiansyah.

Sayang, keberhasilan tim putri ini tak bisa diikuti tim putra. Tim besutan Chairul Pramanto itu kandas di semifinal. Mereka tak mampu membendung kekuatan tim Wonogiri hingga menyerah dengan skor 1-2. Di putra, Wonogiri yang bakal mewakili Soloraya di ajang Popda Provinsi 2016 di Kota Semarang, Mei mendatang.

Sementara itu, Solo harus gigit jari setelah tim sepak bola gagal total. Tim sepak bola SMP yang jadi harapan terakhir pulang sebagai runner up. Di partai final Solo kalah dari tim Karanganyar lewat adu penalti dengan skor akhir, 0-0 (3-5). Sebelumnya, tim SD angkat kaki lebih dulu lantaran terhenti di semifinal, Senin (28/3/2016). Sedangkan tim SMA malah langsung tumbang di laga perdana, Rabu (30/3/2016).

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…