Ilustrasi perampok bersajam (JIBI/Dok) Ilustrasi perampok bersajam (JIBI/Dok)
Jumat, 1 April 2016 18:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

PERAMPOKAN KLATEN
Rampok Berpedang Beraksi di Jalan Desa, 3 Orang Disabet

Perampokan Klaten terjadi di jalan penghubung desa.

Solopos.com, KLATEN –Kawanan perampok bersenjata tajam (bersajam) berupa pedang beraksi di jalan penghubung Desa Pandanan-Desa Lumbung Kerep Kecamatan Wonosari, Kamis (31/3/2016) malam.

Tak hanya merampok uang senilai Rp35 juta, kawanan perampok bersenjata tajam (bersajam) itu juga nekat melukai tiga korbannya secara membabi buta.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, tiga korban perampokan sudah terbiasa mengantar ayam sayur dari Kleco, Solo, ke Lumbung Kerep setiap pukul 19.30 WIB. Hal itu berlangsung berturut-turut kurang lebih lima tahun.

Ketiga korban perampokan yang bertugas mengantar pesanan ayam sayur itu, yakni Edy Sumarno, warga Wonogiri; Eko Harjanto alias Kodok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar; Kusman Rohadi alias Brewok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar.

Seusai mengantar ayam sayur di Lumbung Kerep, Edy cs hendak pulang dengan mobil pikapnya. Mereka melintas di jalan penghubung Desa Lumbung Kerep-Pandanan sepanjang kurang lebih dua kilometer untuk sampai ke Jl. Pakis-Wonosari.

Edy bertugas sebagai sopir, Kodok yang duduk di jok tengah membawa tas selempang berisi uang, dan Brewok yang bertugas sebagai bongkar muat ayam sayur duduk di jok paling kiri.

Debog Pisang

Di tengah perjalanan tersebut, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan adanya dua buah gedebog pisang di tengah jalan. Padahal saat berangkat ke Lumbung Kerep, gedebog tersebut tidak ada di tengah jalan. Tak menaruh curiga, Edy langsung menghentikan laju mobilnya.

Dalam sekejap, mobil mereka dikepung kawanan perampok bersajam, dua perampok laki-laki dari arah depan mobil dan dua perampok laki-laki lainnya dari arah belakang mobil. Para perampok itu mengenakan helm berwarna gelap dan dua unit sepeda bebek saat beraksi.

Satu perampok langsung mengayunkan pedangnya dari kaca jendela mobil yang terbuka di bagian kanan. Satu perampok lainnya juga mengayunkan pedangnya secara membabi buta di kaca jendela bagian kiri.

Diduga, aksi ini untuk menakut-nakuti Edy cs agar segera menyerahkan tas selempang yang berisi duit. Sementara, dua perampok lainnya yang juga bersajam berjaga-jaga mengawasi kondisi di sekitar lokasi kejadian dengan sepeda motornya. Dua perampok yang berperan sebagai joki ini diyakini juga membawa sajam, yakni celurit.

Begitu memperoleh buruannya, yakni tas selempang berisi uang yang dikenakan Kodok, kawanan perampok melarikan diri ke arah Jl. Pakis-Wonosari. Akibat ayunan sajam para perampok itu, Edy mengalami luka gores di tangan kanan, Kodok mengalami luka di tangan kiri, Brewok terluka di perut dan tangan kiri.

“Kejadian perampokan itu setelah Pak Edy cs mengirim ayam ke tempat saya. Saya hanya tahu namanya Pak Edy, Pak Kodok, dan Pak Brewok. Pusat usahanya mereka berada di kawasan Kleco, Solo. Lukanya tak terlalu parah. Mereka langsung bisa pulang ke Solo. Tapi, uang mereka dibawa para perampok,” kata salah satu pemesan ayam sayur Edy cs yang juga warga Lumbung Kerep, Hartanto, saat ditemui Solopos.com, di kediamannya, Jumat (1/4/2016).

 

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…