Kondisi jalan penghubung Desa Pandanan-Desa Lumbung Kerep Kecamatan Wonosari, Jumat (1/4/2016). Di lokasi tersebut, kawanan perampok menggasak sejumlah uang milik pengantar ayam dari Solo. Kasus tersebut, saat ini sedang diselidiki Polsek Wonosari. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Kondisi jalan penghubung Desa Pandanan-Desa Lumbung Kerep Kecamatan Wonosari, Jumat (1/4/2016). Di lokasi tersebut, kawanan perampok menggasak sejumlah uang milik pengantar ayam dari Solo. Kasus tersebut, saat ini sedang diselidiki Polsek Wonosari. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 April 2016 20:25 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

PERAMPOKAN KLATEN
Pengantar Ayam dari Solo Dirampok di Jalan Desa, Warga Wonosari Gempar

Perampokan Klaten yang terjadi di jalan desa Wonosari menghebohkan warga sekitar.

Solopos.com, KLATEN – Pengantar ayam sayur dari Kleco Solo diramok di jalan desa penghubung Desa Pandanan-Desa Lumbung Kerep, Wonosari Klaten, Kamis (31/3/2016) malam. Aksi kawanan rampok berpedang itu menghebohkan warga Wonosari.

Tiga korban perampokan sudah terbiasa mengantar ayam sayur dari Kleco, Solo, ke Lumbung Kerep setiap pukul 19.30 WIB. Hal itu berlangsung berturut-turut kurang lebih lima tahun. Ketiga korban perampokan yang bertugas mengantar pesanan ayam sayur itu, yakni Edy Sumarno, warga Wonogiri; Eko Harjanto alias Kodok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar; Kusman Rohadi alias Brewok, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar.

Usai mengantar ayam sayur di Lumbung Kerep, Edy cs hendak pulang dengan mobil pikapnya. Mereka melintas di jalan penghubung Desa Lumbung Kerep-Pandanan sepanjang kurang lebih dua kilometer untuk sampai ke Jl. Pakis-Wonosari. Edy bertugas sebagai sopir, Kodok yang duduk di jok tengah membawa tas selempang berisi uang, dan Brewok yang bertugas sebagai bongkar muat ayam sayur duduk di jok paling kiri.

Dalam sekejap, mobil mereka dikepung kawanan perampok bersajam, dua perampok laki-laki dari arah depan mobil dan dua perampok laki-laki lainnya dari arah belakang mobil. Para perampok itu mengenakan helm berwarna gelap dan dua unit sepeda bebek saat beraksi.

Kabar aksi perampokan itu langsung menggemparkan warga Pandanan Kecamatan Wonosari.  Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Pandanan, Harjanto, mengatakan warganya banyak yang kaget dengan aksi perampokan berpedang itu.

“Lokasi warga yang memesan ayam sayur itu berada di Lumbung Kerep. Untuk mencapai ke sana, harus melewati jalan penghubung desa antara Pandangan-Lumbung Kerep terlebih dahulu. Untuk kejadiannya, benar di desa kami. Kejadian seperti ini [perampokan] baru kali ini terjadi. Di jalan penghubung itu memang kondisinya mbulak dan penuh alang-alang. Ke depan, kami sudah berencana untuk kerja bakti membersihkan ilalang di sana agar terlihat terang,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Wonosari, AKP Parnoto, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Faizal, mengatakan kasus yang terjadi di Desa Pandanan itu masih dalam tahap penyelidikan. Luka yang dialami masing-masing korban perampokan tidak terlalu parah sehingga langsung bisa pulang ke rumah masing-masing.

“Di laporan awal kami, jumlah kerugian hanya Rp15 juta. Lokasi kejadian itu memang berada di mbulak. Saat malam hari, kondisinya sepi. Melihat kronologi kejadiannya, para pelaku sudah mengetahui aktivitas sehar-hari Edy cs yang mengirim ayam saat malam hari. Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa Polsek tetangga. Semoga, bisa terungkap dalam waktu dekat,” katanya.

 

 

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…