Ilustrasi PKL (Dok/JIBI/Antara) Ilustrasi PKL (Dok/JIBI/Antara)
Jumat, 1 April 2016 15:40 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PKL SOLO
Wali Kota Janji Siapkan Lokasi untuk PKL Jl. Gatot Subroto

Penataan PKL Solo, Pemkot akan menyediakan lokasi baru bagi PKL Jl. Gatot Subroto.

Solopos.com, SOLO–Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berjanji tak akan lepas tangan terkait nasib pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jl. Gatot Subroto.

Wali Kota siap mencarikan lokasi baru bagi PKL.  Keberadaan para PKL bakal terdampak penataan walking street yang akan dikerjakan Mei mendatang. “Saat ini, tahapan penataan PKL Jl. Gatot Subroto masih sosialisasi,” kata Rudy, sapaan akrabnya ketika berbincang dengan Solopos.com belum lama ini.

Rudy mengatakan Pemkot akan mencarikan lokasi baru untuk para PKL Jl. Gatot Subroto. Hanya lokasi akan disesuaikan dengan jenis dagangan PKL. Rudy mengatakan selama ini Pemkot tidak asal memindahkan PKL begitu saja. Sebab untuk memindahkan PKL, Pemkot harus melihat karakteristik jualan PKL terlebih dahulu. “Jadi nanti pasca dipindah, PKL tetap bisa menyambung perekonomiannya,” katanya.

Rudy akan menata PKL yang selama ini masih tergolong belum rapi untuk dikemas menjadi lebih baik. Selain rasa, kebersihannya juga bisa terjamin. Ke depan, ada zonasi PKL agar nantinya pedagang bisa berjualan sesuai dengan barang yang diperdagangkan. Dengan begitu, PKL tidak menjamur di setiap kawasan.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagiyo menuturkan masih mencari lokasi yang sesuai untuk menampung PKL yang ada di kawasan Jl. Gatot Subroto. DPP berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) untuk mencari lokasi yang pas. Hingga kini DPP masih merampungkan pendataan PKL di Jl. Gatot Subroto dan kawasan Coyudan. Para PKL tersebut bakal terdampak rencana Pemkot menata kawasan itu. Pendataan meliputi pedagang yang menggelar dagangan pagi, siang maupun malam hari.

“Data sementara untuk koridor Jl. Gatot Subroto ada 22 PKL, sedangkan yang Coyudan masih kami data,” kata Subagiyo.

Subagiyo secepatnya akan merampungkan pendataan PKL seiring rencana proyek yang mulai dikerjakan Mei nanti. Pihaknya berencana mengumpulkan seluruh PKL untuk menyosialisasikan rencana penataan koridor Jl. Gatot Subroto dan sebagian kawasan Coyudan. Sosialisasi sekaligus menerima masukan dari para pedagang untuk menetapkan kebijakan selanjutnya. “Nantinya harus bebas PKL selama proyek dikerjakan,” katanya.

Subagiyo mengatakan rata-rata pedagang menggelar dagangan angkringan, makanan ringan dan oleh-oleh khas Solo. Pedagang tersebar di jalur pedestrian Jl. Gatot Subroto maupun kawasan Coyudan.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…