Pedagang kaki lima (PKL) mendorong gerobak saat mengikuti kirab Boyongan PKL Citywalk di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jumat (1/4/2016). Kirab boyongan tersebut diikuti 55 PKL yang direlokasi dari citywalk, Jl. Slamet Riyadi ke kawasan sisi selatan dan timur Stadion Sriwedari. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 April 2016 16:40 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PKL SOLO
PKL Gerobak Kuning Boyongan ke Sriwedari

Penataan PKL Solo, puluhan PKL gerobak kuning di city walk boyongan ke sisi timur dan selatan Stadion Sriwedari.

Solopos.com, SOLO–Sebanyak 55 pedagang kaki lima (PKL) gerobak kuning yang biasa berjualan di city walk Jl. Slamet Riyadi mulai menempati lahan baru di sisi timur dan selatan Stadion Sriwedari, Jumat (1/4/2016) pagi.

Pantauan Solopos.com, PKL gerobak kuning diboyong dengan kirab menyusuri Jl. Slamet Riyadi mulai depan Solo Grand Mall hingga Stadion Sriwedari. Boyongan ini mendapatkan pengawalan dari petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) setempat.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengemukakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memberikan bantuan gerobak baru berbahan stainless steel bagi 55 PKL gerobak kuning yang telah manut direlokasi ke tempat baru.

“Gerobak kuning usianya sudah sekian tahun. Sudah layak diganti. Akhir Juli nanti kami ganti semuanya. 17 Agustusan nanti gerobak sudah anyar semua,” terangnya saat ditemui wartawan seusai boyongan PKL gerobak kuning di kawasan Sriwedari, Jumat pagi.

Rudy, sapan akrabnya, menyebutkan prospek usaha kuliner di kawasan Sriwedari menjanjikan. “Teman-teman PKL tidak ada yang menolak karena kami beri kepastian. Pasti laku. Di sini ada kios buku, perkantoran, bursa mobil kalau Minggu, Museum Keris, dan Gedung Parkir nantinya. Acara juga banyak di sini. Tapi yang jelas ketika buka kerja kreatif pasti ada pasang surutnya,” jelasnya.

Menurut Rudy, pihaknya juga berjanji segera merealisasikan fasilitas penunjang bagi PKL gerobak kuning berupa selter permanen dan kelengkapan fasilitas umum.

“Nanti di sini [sisi selatan Stadion Sriwedari] ada selter berbentuk letter ‘L’. Sepanjang Slamet Riyadi juga kami bangun fasilitas umum permanen sehingga tidak bikin kotor pemandangan. Harapan saya di lokasi baru penghasilan teman-teman PKL bisa bertambah. Tidak stagnan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL gerobak kuning, Sukirno Saptorahardjo, menyatakan pedagang yang semula enggan dipindah akhirnya melunak dan mau direlokasi lantaran telah diberikan janji fasilitas dan selter baru. “Kami mendukung program agar semua PKL tertata dengan patut. Tentunya dengan janji-janji yang baru ditepati,” katanya.

Sukirno berharap ke depan PKL gerobak kuning bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik dibandingkan di city walk Jl. Slamet Riyadi.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…