Ahok Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Dok/JIBI/Bisnis Indonesia)
Jumat, 1 April 2016 10:15 WIB JIBI/Solopos/Newswire Hukum Share :

OPERASI TANGKAP TANGAN
Ahok Sebut Hidup Sanusi Gerindra Mewah dan Serba Miliaran

Operasi tangkap tangan KPK terhadap Mohammad Sanusi menjadi kabar hangat kali ini.

Solopos.com, JAKARTA — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (31/3/2016), menjaring anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Mohammad Sanusi. Bagaimana tanggapan Ahok?

Selaku mantan rekan Sanusi di Gerindra, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku baru mengetahui kabar penangkapan adik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik tersebut.

Dalam tanggapan Ahok, ia hanya tahu Sanusi menganut gaya hidup mewah, dengan jam tangan dan mobil yang berharga miliaran rupiah.

“Saya cuma tahu dia hidupnya mewah aja. Jam tangan miliaran kalau ketemu, mobilnya miliaran semua. Semua mobil kelas atas dia punya. Ya saya enggak tahu, mungkin dia orang kaya kali,” ujar Ahok itu di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/4/2016), sebagaimana dilansir Liputan6.

Lebih lanjut, Ahok membeberkan mobil apa saja yang terlihat ditumpangi Sanusi. Ia juga mengungkapkan pendapatnya mengenai perbandingan penghasilan Sanusi dengan gaya hidup anggota DPRD DKI tersebut.

“Berapa penghasilannya, gaya hidupnya. Jadi enggak usah banyak ngomong gitu lho. Tapi naik S-class, Range Rover, Jaguar, Alphard, wah udah kelas atas lah Mercedes v-class juga dia punya,” tutur mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok juga menduga selama ini Sanusi tidak memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK.

“Sekarang LHKPN-nya kagak lapor gimana coba. Kamu cek aja tuh Sanusi sama Taufik lapor LHKPN apa gak? Kagak. Makanya saya dari dulu konsisten bilang kalau pejabat harus mau lapor LHKPN. Buktikan pajak yang kamu bayar berapa baru pantes teriak-teriak,” kata Ahok.

Dilansir Okezone, pada Kamis 31 Maret 2016, sebuah mobil jenis Jaguar berpelat nomor B 123 RX berwarna gelap memasuki garasi bawah Gedung KPK, sekitar pukul 20.00 WIB, menyusul beberapa mobil jenis Toyota Kijang selang beberapa menit kemudian.

Kabarnya, KPK, lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo itu juga telah menyegel beberapa ruang kerja DPRD DKI Jakarta. Mohammad Sanusi sendiri adalah adik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…