Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 1 April 2016 19:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

KISAH TRAGIS
Warga Sukoharjo Meninggal Setelah Cek Cok dengan Tetangga

Kisah tragis terjadi di Wonogiri saat seorang warga meninggal dunia setelah cek cok dengan tetangganya masalah sampah.

Solopos.com, SUKOHARJO – Nasib tragis dialami guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Istohar, 54. Warga Lingkungan/Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo yang tewas gara-gara membakar sampah di tong sampah miliknya. Hingga berita ini ditulis, jasad korban masih diautopsi di RSUD dr Moewardi, Solo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di rumah duka, menyebutkan, korban tewas diduga setelah terlibat cekcok dan didorong tetangganya berinisial Ydt, 53. Anak korban yang bernama Fnr, pelajar kelas IX salah satu SLTP di Sukoharjo bercerita, ayahnya tak memiliki riwayat sakit jantung atau sakit sesak nafas.

Dia menceritakan, Kamis (31/3/2016) sekitar pukul 20.30 WIB ayahnya keluar rumah bermaksud membakar sampah seperti biasa di bak sampah yang terbuat dari semen cor miliknya. Diduga asap akibat pembakaran sampah menyebabkan tetangganya terganggu. Asap hasil pembakaran sampah diduga masuk ke rumah Ydt, tetangganya. Ydt lantas keluar rumah dan meminta pembakaran dihentikan.

“Pak Ydt keluar rumah dan minta tak membakar sampah di malam hari. Tak berapa lama terjadi cekcok. Pak Ydt meminta pembakaran dihentikan karena asap masuk ke rumahnya. Tak berapa lama, Bapak didorong dan sempat terjatuh,” ujarnya.

Fnr mengaku sempat melerai percekcokan tersebut. “Walau sempat saya lerai percekcokan masih berlangsung. Kemudian Bapak berjalan balik ke rumah tetapi di dekat bak sampah tiba-tiba jatuh tengkurap. Tetangga berdatangan memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit di Solo Baru. Perawatan dilakukan pihak rumah sakit tetapi Bapak sudah meninggal. Perawat rumah sakit mencoba membantu pernafasan dengan cara menekan dadanya tetapi Bapak dinyatakan meninggal,”jelasnya.

Lebih lanjut Fnr menjelaskan, selang beberapa jam kemudian polisi datang ke rumahnya. “Saya sudah dimintai keterangan di kantor polisi. Hari ini Bapak masih diautopsi di RSUD dr Moewardi, Solo sebelum dimakamkan. Ibu dan keluarga besar tidak terima dengan kematian Bapak,” katanya.

Anak semata wayang pasangan almarhum Istohar dan Martini ini mengatakan, dirinya tak tahu persis duduk permasalahan antara bapaknya dengan Ydt.

“Tetangga yang lain juga pernah membakar sampah tetapi tidak diingatkan. Namun, apabila Bapak yang membakar sampah selalu dimatikan dan [Ydt] tidak berkenan.”

Istri Ydt bernama Srn, ditemui di rumahnya bercerita, peristiwa pembakaran sampah yang dilakukan korban Istohar merupakan kali kelima.

“Kami selalu mematikan pembakaran sampah dengan menyiramkan air karena asap mengganggu kami sekeluarga. Apalagi sampah yang dibakar korban sering keluar asap hitam dan asap masuk ke rumah sehingga membuat nafas sesak,” ujar Srn yang mengaku menderita penyakit asam lambung.

Dia menceritakan, Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB suaminya di rumah menegur korban setelah melihat pembakaran sampah di malam hari.

“Suami menegur agar bakar sampah tak dilakukan malam hari. Pembakaran sampah Kamis malam merupakan kali kelima. Suami juga bercerita bahwa asap pembakaran masuk ke rumahnya sehingga menyebabkan istri dan cucunya sesak nafas. Suami juga meminta korban tak membakar sampah dengan bensin,” jelasnya.

Lst,26, anak sulung Ydt, menambahkan, dirinya juga sudah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. Lst mengatakan, dirinya bersama ibu dan adik-adik sudah datang ke rumah korban untuk meminta maaf.

“Permintaan maaf kami sekeluarga difasilitasi oleh Ketua RT 003, Kemis Miyadi dan Ketua RW 008, Simun Prapto. Permintaan maaf kami sekeluarga sudah disampaikan tadi (Jumat) pagi.”

Terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai melalui Kasubbag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto membenarkan polisi menerima pengaduan dari warga Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo.

“Polisi masih melakukan penyelidikan.”

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…