Cukur Online (Detik) Cukur Online (Detik)
Jumat, 1 April 2016 18:35 WIB JIBi/Solopos/Newswire Internet Share :

KISAH INSPIRATIF
Buka Bisnis Cukur Rambut Online, Pria Ini Raup Rp15 Juta

Kisah inspiratif kali ini datang dari Nikasius yang membuka bisnis cukur rambut online.

Solopos.com, JAKARTA — Kisah inspiratif kali ini tentang Nikasius Dirgahayu yang memiliki usaha pangkas rambut yang berbeda dari yang lainnya. Biasanya usaha pangkas rambut ini ada di kios-kios, namun ia menawarkan jasa pangkas rambutnya secara online.

“Jadi saya barber online jadi delivery datang ke rumah, ke kantor, apartemen, ke mana saja, saya yang nyamperin, kan kalau di sini orang datang ke pangkas rambut cuma potong, habis itu pulang 15 menit selesai, nah kalau saya karena jualan jasa ya sambil ngobrol, konsepnya lebih santai, jadi orang enggak cuma potong rambut selesai,” kata Nikasius, seperti dilansir Detik, Jumat (1/4/2016).

Bisnis online ini berawal dari keisengan teman-temannya pada saat kuliah yang menyuruhnya untuk mencukur rambut temannya, belajar otodidak, dan mempelajari teknik-teknik memotong dari Youtube. Kemudian, ia mulai berpikir untuk mengembangkan bisnisnya secara online.

“Awalnya dipaksa sama teman, sama senior, kamu cukurin deh iseng-iseng pas kuliah, terus lanjut jadi barbering teman-teman, jadi hobi tapi bukan tukang pangkas rambut, terus mulai mikir untuk buat barbershop, butuh dana yang banyak kalau lihat culture-nya di Amerika Serikat (AS), barbershop itu mahalnya di kursi barber, yang klasik bisa Rp25 juta, mulai coba pikir kenapa aku enggak online saja,” papar Nick, sapaan akrab Nikasius.

Nick yang dulu pernah bekerja di agency, kini sudah menjalankan bisnis barbershop online sejak empat tahun yang lalu, dan bisnisnya ini menyebar secara luas dari mulut ke mulut teman-temannya. “Strategi dari teman ke teman, dari mulut ke mulut, sampi akhirnya temennya temen kantor barbering sampai dibayar serius,” ungkapnya.

Dengan modal awal Rp2 juta, saat ini barbershop online milik Nick sudah memiliki omzet Rp10-Rp15 juta/bulan. “Modal awal itu paling buat peralatan clipper gunting segala macam Rp2 jutaan, sekarang kalau omzet Rp 10-15 juta/bulan,” ujar Nick.

Walaupun begitu, saat ini, ia belum memiliki karyawan dan mengerjakan bisnisnya sendiri. Ia juga menghadapi beberapa kendala dalam menjalankan bisnisnya, yaitu cuaca hujan dan kondisi fisik.

“Kalau karyawan belum ada, sejauh ini masih kerjain sendiri, saya naik motor ke tempat orderan, karena naik motor kendalanya ya di cuaca waktu hujan waktu juga mundur, kalau sakit juga, belum kalau lagi malas namanya juga manusia ya wajar,” ungkapnya.

Untuk bisa menggunakan jasa NickBarbership, konsumen dikenakan biaya Rp 100.000/kepala ditambah ongkos transportasi Rp10.000/km dari Tebet.”Per kepala tarifnya Rp100.000, ditambah ongkos transportnya Rp10.000/km dari Tebet,” kata Nick.

Ke depan, ia berharap, usaha yang dijalankan ini, bisa memiliki barbershop sehingga ia bisa menawarkan produk di samping jasa pangkas rambut. “Untuk ke depan sih kepikiran punya barbershop, nanti bisa jual hair product merchandise dan pomade, sekarang sih sudah jualan juga cuma kan ada juga konsumen yang lebih suka lihat langsung dibanding beli online, jadi kalau ada toko mereka bisa lihat,” tuturnya.

Saat ini, ia menawarkan jasanya melalui Instagram @Nick_thebarbership dan juga Iwitter. “Sekarang sih dari twitter dan instagram karena promosi gratis ya di situ, terus sekalian juga bisa dapat sponsor,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…