Seorang dokter gigi anak tengah memeriksa gigi saat acara yang digelar Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) bertajuk Sahabat Gigi Anak Indonesia di The Park Mal, Solo Baru, Kamis (31/3/2016). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 April 2016 09:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

KESEHATAN GIGI ANAK
Ingat, Ini Manfaat Gosok Gigi Sebelum Tidur

Kesehatan gigi anak salah satu caranya adalah dengan membiasakan gosok gigi sebelum tidur.

Solopos.com, SUKOHARJO – Ratusan anak berkumpul di lobi The Park Mal, kawasan Solo Baru. Mereka membentuk beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok beranggota lima-delapan anak. Seluruh anak duduk bersila membentuk barisan panjang. Mereka membawa sikat gigi dan gelas plastik.

Sore itu, Kamis (31/3/2016), ratusan anak-anak mengikuti acara bertajuk Sahabat Gigi Anak Indonesia yang digelar Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) di The Park Mal. Selain ratusan anak, acara itu juga dihadiri sekitar 500 dokter gigi anak di seluruh Indonesia. Para dokter gigi anak memeriksa gigi setiap anak.

Raut muka Nurul, 8, terlihat ceria. Tak ada ekspresi ketakutan yang muncul dari mimik mukanya. Nurul berjalan pelan menghampiri seorang dokter gigi anak yang memakai baju hijau. Dia tak canggung berkenalan dengan dokter gigi anak bernama Devinka. “Saya sudah sering pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi,” kata Nurul, saat ditemui solopos.com, Kamis.

Nurul mengaku kerap diajak ibunya pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan giginya setiap tiga bulan. Dahulu, beberapa giginya berlubang lantaran Nurul doyan makan cokelat. Hampir setiap hari ia membeli cokelat saat istirahat sekolah atau sepulang sekolah. Kini, ia tak pernah lagi mengonsumsi cokelat lantaran takut giginya kembali berlubang.

“Gigi geraham kanan berlubang lantas ditambal. Sekarang enggak berani makan cokelat lagi,” ujar dia.

Wakil Ketua IDGI DIY-Jateng, Laeli Dwi Anggraini, mengatakan selama ini, ada kecenderungan anak takut pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi secara rutin. Orangtua berperan penting untuk melenyapkan rasa takut anak untuk periksa gigi.

Orang tua perlu memperkenalkan dokter gigi lebih dini kepada anaknya. “Untuk pencegahan gigi rusak atau berlubang, anak-anak harus sikat gigi sebelum tidur pada malam hari. Itu sangat efektif mencegah kerusakan gigi,” papar dia.

Gigi anak-anak riskan berlubang karena mereka sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang dapat merusak keindahan gigi. “Belum semua daerah di Indonesia mempunyai dokter gigi anak. Padahal, dokter gigi anak juga dibutuhkan seperti dokter-dokter spesialis lainnya,” tutur dia.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), Syarif Hidayat, mengungkapkan jumlah dokter gigi anak di Indonesia belum memadai lantaran hanya 500 orang. Idealnya, dokter gigi anak yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia sekitar 2.000 orang. Menurut dia, penempatan para dokter gigi anak harus di rumah sakit tipe C di setiap daerah.

“Memang belum ideal, jumlah dokter gigi anak sangat minim. Itu pun mereka ditempatkan di perkotaan yang ada rumah sakit tipe C,” terang Syarif.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…